BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Monday, 13 December 2010

Ini GRATIS.. Tapi.. DOSA?

Ini berawal dari pengalaman saya mengikuti sebuah acara seminar tingkat nasional yang berlangsung di kampus beberapa waktu lalu.

Seminar yang kebetulan memiliki tema tentang pendidikan kejuruan tersebut ternyata mengundang Onno W. Purbo sebagai salah satu pembicara utamanya. Aneh juga ternyata, karena awalnya saya tahu beliau bukan orang sunda, tapi ternyata beliau urang sunda asli euy!Haha.. Kocak abis dan bikin kita gak ngantuk..

Ok, Gratis merupakan kata paling ampuh untuk menarik pelanggan atau konsumen sebanyak2nya..(Eh, jadi inget sama postingan saya yg dulu..judulnya lupa lagi apa...) Sebagus apapun sebuah produk, apabila masih ada produk sejenis yang walaupun kualitasnya lebih rendah, tapi, asal berembel2 gratis, tanpa pikir panjang lagi, konsumen akan langsung memilih produk gratis tersebut.

Hal yang sama juga dialami oleh produk2 berbasis IT, seperti software2 yang biasa kita gunakan sehari-hari untuk menunjang kegiatan belajar, mengajar, dan segala macam pekerjaan kita. Kenapa?? Karena walaupun aslinya berbayar, tapi dengan kecanggihan para cracker akhirnya pemakaian produk bajakan udah jadi hal yang biasa dilakukan oleh kita dan saya sendiri pun tak bisa menampiknya.. Bayangkan saja apabila kita harus membeli sebuah aplikasi pengolah photo seperti Adobe Photoshop, tentunya harus mengeluarkan kocek yang dalam sekali bukan?

Berbicara tentang software gratis tentunya akan membicarakan juga tentang software Open Source, tentunya sudah tidak asing lagi didengar akhir2 ini. Software yang open source merupakan jalan keluar yang paling ampuh untuk menghindarkan kita dari dosa pemakaian software2 bajakan. Linux merupakan salah satu yang paling terkenal. Dengan adanya Linux, orang2 yang mampu secara skill programing akan dapat dengan mudah membuat kreasi tanpa batas dalam menciptakan beragam software yang bermanfaat untuk berbagai bidang, baik itu pendidikan ataupun lainnya dan ASLI GRATIS tentunya. 

Inti yang saya tangkap dari seminar kemarin (karena yang lain2nya kebanyakan sambil tidur), bahwa dengan Open Source kita lebih dituntut untuk lebih berkreatifitas menciptakan inovasi baru, kita ditantang untuk tidak menjadi konsumen, tapi menjadi produsen.

Siapkah untuk pindah ke Open Source seperti Linux??hmmmm . . Kurang lebih, kata Onno W. Purbo:
"Kalo mau maju dan gak mau disebut orang malas, harus mau pindah. Setelah pindah ke Linux, paling kesiksanya cuma 3 bulan..Setelah itu akan terbiasa..."

Well, malah jadi mikir2 lagi untuk pindah ya . . .

Yang jadi pertanyaan:
Kita terlalu banyak memakai software2 bajakan, apakah menurut hukum agama itu adalah dosa??Kalau dosa, sebesar apakah dosanya??

Wassalam.