BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Tuesday, 29 March 2011

Jangan Salah Jurusan!

Para pemirsa.
Para adik-adik kelas, khususnya kelas 3 SMA.
dan umumnya para pembaca.

Masuk PTN favorit, masuk jurusan yang berdasarkan bakat dan minat memang terlihat sangat susah, apalagi kalo sialnya jurusan yang kita minati dan bakati adalah jurusan yang memang jadi favorit tiap calon mahasiswa. Kesan "susah" itu akan semakin bener-bener jadi beban pikiran kala kita liat kenyataan bahwa quota yang disediakan oleh pihak universitas tujuan kita ternyata hanya sedikit dibandingkan banyaknya minat para calon mahasiswa untuk masuk ke jurusan tersebut.

Bukan hiperbolik (red: lebay).



Kejadian ini juga pernah dialami waktu dulu sama saya.

Berbekal minat yang pasaran dan bakat yang juga pasaran plus pas-pasan dibidang per-komputer-an, akhirnya saya memberanikan diri untuk memilih jurusan Pendidikan Ilmu Komputer UPI. Waktu itu, temen-temen se-SMA bahkan sekelas juga banyak yang sama ikutan daftar jurusan itu. Well, seperti dalam kisah romeo and juliet atau lebih tragisnya seperti dalam kisah Jack and Rose dalam film Titanic, meskipun dalam situasi yang berbeda dan tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kedua cerita tersebut, saya pun ga bisa masuk dan lulus PMDK untuk jurusan tersebut.*tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit

Ya.

Entah kenapa keinginan untuk masuk UPI begitu kuat padahal masih banyak yang lebih keren dari UPI, like ITB, UNPAD, UGM, UI, OXFORD, MIT, HARVARD . . . dst . . Sehingga, saya mutusin diri untuk ikutan jalur masuk ujian mandiri, yeah.

Jalur ujian mandiri atau UM UPI ini memang jadi peluang yang agak lebih besar dibanding SNMPTN untuk para calon mahasiswa. Dengan 3 bidang yang bisa dipilih yaitu bahasa, IPS, dan IPA, akhirnya sesuai tujuan pertama saya pilih IPA.

Untuk memutuskan pilihan kedua (pilihan pertama udah pasti Pendidikan Ilmu Komputer) ternyata cukup membingungkan. Setelah membaca majalah PC MEDIA (edisi berapa, saya lupa), akhirnya saya pilih Pendidikan Teknik Elektro sebagai pilihan kedua.

Ya. Sesuai dugaan.

Saya lolos pada pilihan kedua.

Untuk memutuskan pilihan kedua itu memang perlu perhitungan yang lebih cerdik dan tetap memperhatikan bakat serta minat kita (well, yang penting BAKAT bukan MINAT). Garapan anak Teknik Elektro dengan Ilmu Komputer tidak jauh berbeda, dalam teknik elektro pun ternyata dipelajari bahasa-bahasa pemrograman dan sebaliknya di Ilmu Komputer pun ternyata dipelajari juga rangkaian elektrik.

Dua-duanya merupakan hal yang saling berhubungan.

Saya menulis ini hanya untuk berbagi pengalaman kepada para pembaca.

Ingat. calon mahasiswa IPA/Tekhnik, modalnya harus pinter:
FISIKA
MATEMATIKA
LOGIKA

Ingat juga, calon mahasiswa IPS, modalnya harus pinter:
NGOMONG
NULIS
MATEMATIKA juga ternyata.

Dan (that's the point) semua mahasiswa yang SALAH PILIH JURUSAN, harus pinter:
BERTAHAN
BERADAPTASI

yea, meskipun dengan segala kebingungan.

Wassalam.

*Perkataan kurang sopan.