BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Sunday, 17 July 2011

Resensi Film: “Law Abiding Citizen”

Clyde Shelton (Gerard Buttler) pernah mengalami masa-masa indah dalam hidupnya ketika ia bersama seorang anak dan seorang istri yang sangat dia cintai. Tanpa ia sangka, kebahagiaan itu kemudian hilang karena direbut oleh dua orang penjahat yang membunuh anak dan istrinya itu.
Proses peradilan kemudian dilakukan terhadap dua pelaku pembunuhan tersebut. Tetapi, salah satu dari pelaku pembunuhan tersebut berjanji kepada jaksa Nick Rice (Jamie Foxx) akan memberikan kesaksian yang memberatkan kepada satu temannya lagi dengan syarat agar dia memperoleh keringanan hukuman. Tanpa diduga oleh Shelton, permintaan pelaku tersebut dipenuhi. Hal ini tentu saja membuat Shelton geram dan kemudian merancang suatu aksi balas dendam terhadap kedua pelaku tersebut.
Tindakan balas dendam ternyata tidak hanya sampai di situ. Shelton tidak puas dengan hanya membunuh 2 orang pembunuh istri dan anaknya tersebut. Shelton akan membunuh semua orang yang berhubungan dengan kasusnya itu dengan alasan memberikan pelajaran terhadap kesalahan masa lalu yang dilakukan oleh Nick yang melakukan perjanjian terhadap orang yang terbukti bersalah sebagai pelaku pembunuhan keluarga Shelton.
Shelton mengancam Nick akan membunuh rekan-rekan kepolisian Nick apabila Nick tidak mampu untuk memperbaiki sistem peradilan yang ada.
Jeniusnya, walaupun Shelton dijebloskan ke penjara karena telah melakukan serangkaian aksi pembunuhan, tetapi, ternyata ia masih mampu melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang ingin dia bunuh guna menuntaskan rasa kepedihan dan sakit hatinya terhadap hukum yang dia rasa tidak adil itu.
Nick yang menjadi pemegang kunci tanggung jawab terhadap serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Gerard Buttler terus berupaya agar dapat menghentikan aksi pembunuhan itu.
Batas kabur antara kejahatan dan kebaikan memang seringkali diangkat menjadi tema utama sebuah film. Karena walau bagaimanapun, good vs evil merupakan suatu hal yang sangat manusiawi. Semua orang memiliki kedua sisi tersebut dalam setiap tingkah lakunya. Kecintaan karakter utama terhadap keluarga yang yang tewas karena dibunuh kemudian menumbuhkan rasa keinginan yang kuat untuk balas dendam kepada pembunuhnya. Batas good vs evil ini kemudian menjadi kabur ketika perbuatan balas dendam (evil) itu dianggap benar (good) oleh sang tokoh utama.
Serangkaian aksi pembunuhan jenius yang dilakukan oleh Shelton (ya, meski dirinya berada dalam penjara dengan pengamanan yang ketat) merupakan ide utama untuk mengemas tema dasar dari film ini yang sebenarnya sudah umum di pakai dalam film-film sejenis.
Kelakuan Shelton yang terlihat seperti  mempermainkan hukum yang menimpa dirinya juga merupakan daya tarik tersendiri dari cerita film ini.  
Akting kedua bintang laga, Jammie Foxx (pernah main di “Collateral” bersama Tom Cruise) dengan Gerard Buttler (pernah membintangi film “300”) berhasil menjalankan perannya dengan baik. Meski harus jujur, itu bukan lah performa akting terbaik mereka.
Terlepas dari hal-hal yang saya rasa sangat mustahil untuk dapat dilakukan oleh seseorang yang berada dibalik jeruji penjara, film Law Abiding Citizen ini mampu menghibur penonton dengan balutan plot dan aksi jenius dari seorang pembunuh.
Saksikan juga endingnya yang menurut saya itu adalah salah satu ending terbaik dari sekian film yang sudah saya tonton sampai saat ini.
Smile