BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Monday, 1 August 2011

Resensi Film: “Conviction”

Ikatan kasih sayang yang terjalin antara saudara sekandung memang bisa mengalahkan segalanya. Betty Anne Waters (Hillary Swank) merasakan hal itu terhadap kakaknya, Kenny Waters (Sam Rockwell), begitu juga sebaliknya.
Ikatan kasih sayang persaudaraan mereka yang kuat dari sejak kecil terus terpupuk hingga sampai saat mereka berkeluarga dan mempunyai anak. Sayangnya, Kenny Waters yang memiliki sifat temperamental dan cenderung masih saja kekanak-kanakan kadang membuat Betty Anne khawatir terhadap kakaknya itu. Walaupun begitu, rasa sayang Betty Anne tidak begitu saja hilang sampai ketika Kenny Waters tersangkut kasus pembunuhan seorang wanita.
Walaupun Betty Anne tahu karakter kakaknya yang memang temperament dan tidak segan-segan untuk langsung menindak orang yang dia rasa mengganggunya, Betty Anne tidak percaya dan yakin bahwa kakaknya itu tidak bersalah dan bukanlah pembunuh seorang wanita dalam kasus pembunuhan itu. Tetapi, kesaksian saksi yang memberatkan Kenny Waters kemudian mengantarkan Kenny menuju balik jeruji besi. Hakim memutuskan penjara seumur hidup bagi Kenny.
Menghadapi kondisi kakaknya, demi kakaknya, Betty Anne bertekad untuk mengikuti studi di fakultas hukum dengan harapan setelah lulus dia akan bisa menjadi pengacara kakaknya untuk membuktikan bahwa kakaknya itu tidak bersalah.
Beberapa tahun berlalu, akhirnya Betty Anne berhasil menyelesaikan studinya.
Dengan bantuan rekan sepraktisi hukumnya, Betty Anne akan melakukan tes DNA terhadap darah yang menjadi barang bukti dari pelaku pembunuhan. Tetapi, masalah pelik dia hadapi ketika sistem hukum pada saat itu menghancurkan barang bukti karena telah lewat dari 10 tahun.
Walaupun begitu dan walaupun mungkin saja hasil tes DNA malah akan semakin memberatkan kasus kakaknya, tetapi, Betty Anne tetap yakin kakaknya tidak bersalah dan tetap bertekad untuk menemukan keberadaan barang bukti itu.
Mampukah Betty Anne menemukan barang bukti itu? Apakah benar bahwa Kenny Water tidak bersalah? Temukan saja jawabannya sendiri.

Awal mula ketertarikan saya untuk menonton film ini adalah dari jajaran cast-nya yang menyertakan Hillary Swank (P.S. I Love You) dan Sam Rockwell yang pernah bermain peran sebagai astronot kesepian di film “MOON”. Dalam filmnya masing-masing, mereka berhasil menjalankan perannya dengan baik. Dalam film ini juga keduanya bisa tampil dengan akting memukau. Sehingga, gambaran ikatan kasih sayang yang begitu kuat akan kita rasakan apabila menonton dan memperhatikan peran mereka sebagai adik kakak.
Mungkin, pada awalnya kita akan menganggap karakter Betty terlalu berlebihan karena merelakan pernikahannya hancur gara-gara dia terlalu sibuk mengurus masalah kakaknya. Tetapi, serangkaian adegan flashback yang menggambarkan bagaimana masa kecil mereka akan membuat kita mengerti bahwa bagi keduanya, baik itu Betty kepada Kenny dan sebaliknya, satu sama lain adalah segalanya. Kenny merupakan segalanya bagi Betty.
Cara bertutur cerita pada bagian awal film ini mengingatkan saya pada film “Blue Valentine” yang juga terbukti berhasil menggunakan cara bertutur cerita yang unik seperti ini.
Di film ini, Hillary Swank memang menjadi pusat cerita, tetapi justru saya melihat akting dari  Sam Rockwell yang terlihat lebih menjiwai, Sam Rockwell mampu menggambarkan seorang karakter Kenny yang memiliki emosi temprament dan naik turun dalam saat yang bersamaan. Berkat aktingnya itu, saya bisa merasakan bagaimana perasaan dari seorang Kenny ketika harapan untuk bebas dari penjara sangat sedikit sekali baginya.
Ending di film ini memang mudah sekali untuk ditebak, karena memang film ini merupakan film yang mengangkat kejadian nyata. Tapi dari semuanya, premis sederhana dan kisah kasih sayang diantara kakak adik di film ini sudah cukup membuat film ini menjadi layak untuk ditonton bersama keluarga. Dan tentu saja, ada hikmah yang bisa diambil dari cerita di film ini.

Selamat menonton.
Smile


Gambar dari: