BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Thursday, 22 September 2011

Resensi Film: The Boy in The Striped Pajamas (2008)

Mungkin udah banyak yang pernah nonton film ini lebih dulu daripada saya, film yang keluar tahun 2008 ini mengambil setting ketika era Nazi masih berkuasa di Jerman. Film yang menceritakan tentang dua anak yang saling bersahabat tetapi dipisahkan dengan perbedaan yang memang sangat ditentang di zaman Nazi itu. Gambaran tentang bagaimana kejahatan yg berbau sara digambarkan sangat gamblang di film ini. 
screenshot.5
Saya tidak tahu dan sebenarnya malas juga untuk mencari tahu kenapa bangsa yahudi yg ada pada waktu itu bener-bener dibenci oleh pengikut Hitler. Tetapi melalui cerita di film ini saya jadi tahu bahwa propaganda Nazi telah ditanamkan kepada anak-anak sejak sekolah melalui pelajaran sejarah. Anak-anak dicekoki dengan pemahaman bahwa bangsa yahudi merupakan bangsa yang sangat jahat yang patut dimusnahkan dari muka bumi ini. Padahal tidak semuanya seperti itu.

Di film ini digambarkan bagaimana kerasnya kehidupan bangsa yahudi yang berada dibawah tekanan Nazi, mereka ditempatkan dalam suatu daerah yang dijaga ketat dan dibatasi dengan pagar kawat runcing yang diberi listrik tegangan tinggi, sehingga mereka tidak bisa keluar dari daerah itu, bahkan Bruno yang merupakan anak dari tentara berpangkat tinggi bernama Ralf juga tidak bisa bebas untuk bermain, lingkungan bermain dia dibatasi hanya dipekarangan rumahnya saja. Bahkan untuk sekolah pun dia tidak bisa. Orang tuanya malah hanya memanggil seorang guru untuk mengajar Bruno dan kakaknya, Greteel. Lewat gurunya itu Bruno dan Greteel dicekoki berbagai macam kebencian terhadap bangsa yahudi. Tetapi, Bruno sama sekali tidak terpengaruh dengan semua perkataan gurunya itu, justru dia malah tambah nekat dan tertarik dengan seorang anak seusianya yang tidak sengaja dia temui di kamp, Smhuel namanya. (lebih tepatnya penjara).
screenshot.3
screenshot.6
screenshot.1
Bruno yang memang butuh teman bermain kemudian selalu berusaha mencari kesempatan agar dia bisa bertemu dengan Smhuel yang ada di kamp terlarang tersebut. Ikatan tali persahabatan yang kuat digambarkan dengan jelas melalui sikap Bruno yang selalu membawa makanan dan mainan untuk temannya itu yang memang sedang dalam keadaan yang sangat tertekan dengan kekuasaan tentara-tentara penjaga kamp.

Persahabatan itu terus berlanjut sampai suatu ketika Bruno nekat masuk kedalam kamp itu untuk membantu mencari ayah Shmuel yang dikabarkan menghilang. Disaat ini lah scene-scene yang sanggup membuat saya merinding ini digambarkan.


Film ini sangat menyedihkan dan membuka mata hati kita tentang arti persahabatan diantara perbedaan. This is the one of the best sad story movies I’ve ever seen.