BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Monday, 19 September 2011

Resensi Film : Rise of The Planet 0f The Apes

Dari awal memang saya sudah menaruh tinggi ekspektasi saya terhadap film ini. Dan ternyata film ini memang sesuai dengan ekspektasi saya, jadi ga salah pilih juga untuk nonton film ini dengan harga tiket akhir pekan yg mahal.. Open-mouthed smile
Oke, cerita berawal dari sekelompok ilmuwan yang mengadakan proyek pembuatan obat penyembuh penyakit Alzheimer, mereka uji cobakan obat itu kepada beberapa kera. Hasilnya, obat itu ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak kera beberapa kali lipat. Ya, dengan kata lain proyek itu berhasil. Namun, pemegang modal menganggap bahwa proyek itu gagal ketika seekor kera mengamuk dan menghancurkan aset-aset di laboratorium. Si pemegang modal menyuruh seorang ilmuwan untuk menyuntik mati semua kera, namun tanpa diketahui oleh pemilik modal, seorang ilmuwan berhasil membawa seekor bayi kera dan diasuh olehnya. Bagusnya atau malah celakanya juga si bayi kera tersebut mewarisi kemampuan otak yg hebat dari ibunya.

Kera tersebut diasuh dan dilatih sampai akhirnya tumbuh besar. Kepintaran kera itu kemudian menjadi penyebab dari masalah yang diangkat dalam cerita ini.

Saya tidak perlu lagi menjelaskan kehebatan film ini, baik itu dari segi acting, special effect, maupun kekuatan cerita, karena semua elemen tersebut memang sangat berkelas dan berkelas. Saya lebih suka membicarakan sisi makna yang ada dibalik cerita film ini.

Makna cerita dari film ini bisa tersampaikan dengan sangat kuat.

Hubungan manusia dan binatang di film ini digambarkan dan diperankan dengan sangat baik, sehingga kita bisa ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Caesar (Si kera pinter) terhadap orang-orang yang telah berada disekelilingnya sejak dia bayi.

Binatang dan manusia, keduanya merupakan makhluk hidup yang diberikan takdir yang jauh berbeda oleh sang pencipta. Manusia yang memiliki akal serta keserakahan selalu mencari cara untuk merubah sesuatu yang ada disekitarnya menjadi hal apapun sesuai kehendak mereka. Sadar atau tidak, keserakahan manusia yang ada itu kemudian menjadi pendorong keinginan mereka untuk merubah sesuatu yang sebenarnya tak pantas mereka rubah. Alhasil, keserakahan manusia tersebut menjadi awal dari malapetaka yang akan menghancurkan diri mereka sendiri.

Manusia dianugerahi akal dan pikiran oleh Sang Pencipta untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan mampu melindungi dunia, tapi, manusia harus menyadari juga bahwa tidak semua yang ada di dunia ini dapat dirubah. Ada takdir Sang Pencipta yang telah mengatur segalanya.


Gambar dari:
kapanlagi.com
raditherapy.com