BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Monday, 7 November 2011

Resensi Film: “Midnight in Paris”

Gil (Owen Wilson) adalah seorang penulis naskah film Hollywood yang sukses tetapi dia malah tidak puas dengan pekerjaannya itu. Dia lebih menginginkan menjadi seorang penulis novel. Bersama tunangannya, Inez (Rachel McAdams), mereka berada di Paris untuk suatu acara bersama orang tua dan teman-teman Inez.

Apa yang dilakukan Gil selama di Paris sangat bertolak belakang sekali dengan tunangannya, Gil hanya berkutat dengan novelnya yang tak kunjung selesai, Inez selalu berpesta dari satu tempat ke tempat lain. Gil yang sangat terobsesi dengan segala hal yang berbau sastra dan lukisan dan ingin tinggal di Paris, Inez yang hanya ingin tinggal di Malibu dan menganggap Paris hanyalah sebuah kota yang indah dan tempat yang pas untuk berpesta, akhirnya mereka berdua terpaksa untuk berpisah, dan mengurus kepentingan mereka masing-masing selama di Paris. Cara pandang mereka sangat berbeda sekali.

Menjadi penulis novel adalah keinginan yang sangat mengobsesi Gil sampai-sampai tiap malam dia bermimpi (berfantasi, ber-“time travel” atau apapun lah) berkunjung ke suatu tempat dan di tempat itu dia bertemu dengan para penulis novel idolanya. Yang paling penting, dia bertemu dengan seorang wanita “ilusi” yang menarik hatinya. Tiap malam, Gil selalu menghabiskan malamnya dengan wanita itu dan mendiskusikan novelnya dengan para penulis novel idolanya. Obsesi yang kuat akan hal-hal yang ia temui dalam ilusinya itu membuat Gil pun tidak bisa membedakan dunia fantasi dan dunia nyata..

Film yang ditulis dan diarahkan oleh sineas senior Hollywood Woody Allen ini merupakan sebuah film yang bergenre fantasy romantic comedy. Tapi tak seperti romcom biasanya, film ini lebih mempertontonkan keindahan-keindahan Paris, mulai dari keindahan bangunan-bangunan sampai pesta glamour a la Paris.

Film yang juga bergenre fantasy ini, otomatis hanya memposisikan Owen Wilson yang berperan sebagai Gil dalam tokoh sentral dari cerita film ini. Selama kurang lebih satu setengah jam, penonton akan disuguhi dengan potret-potret keindahan Paris diwaktu siang dan malam serta gilanya kehidupan fantasy si "freak" Gil yang dalam dunia ilusinya sendiri berkunjung ke beberapa tempat dan para penulis novel zaman 1920-an yang jadi idolanya sekaligus obsesinya. 
Membosankan. Dari awal sampai sedikit lagi menuju ending begitu membosankan, film ini banyak membicarakan tentang sastra, bahkan ada beberapa (lumayan banyak) scene yang didalamnya mempertontonkan diskusi/debat tentang sastra dan sejarah sebuah patung dan makna lukisan! Dan itu hal yang sama sekali tidak menarik minat saya.  Open-mouthed smile . Meskipun menurut saya film ini memang bagus dalam hal ide cerita, acting para pemeran, serta gambar-gambarnya. Tapi sekali lagi, selera saya berpendapat lain. Open-mouthed smile

Walaupun IMDB dan Rottentomatoes menyebut film ini bergenre comedy, tapi saya tidak menemui adanya unsur komedi yang begitu menonjol di film ini. Karena atas nama SELERA saya, film komedi itu harus ringan dan penuh dengan balutan kelucuan yang semua orang bisa mencernanya dengan mudah kemudian menertawakannya dengan lepas. Tapi, ya boleh lah, mungkin saya termasuk orang yang tidak mengerti dan tidak bisa menangkap gaya berkomedi film ini. Dan menurut saya, unsur romantisme dan fantasi yang gila lah yang justru lebih menonjol bahkan sangat menonjol di film ini.

Bagi penonton yang menyukai sastra, film ini bisa dijadikan referensi yang bagus dan recommended.

Ya dan akhirnya berkat nama besar Woody Allen saya mencoba bersabar untuk tetap bertahan mengamati perjalanan fantasy si Gil yang kerap diselingi dengan diskusi sastra dan seni ini sampai ending. Dan akhirnya kesabaran saya berbuah manis, ending film lah hal yang membuat saya jatuh cinta dengan film ini, well, mungkin lebih tepatnya saya jatuh cinta dengan ending film ini. Hanya ending. Dan saya beruntung, durasi film ini tidak terlalu panjang hanya untuk sekedar menuju sebuah ending yang bagus.
_______________
Note: Jangan kaget kalo akhir-akhir ini saya sering ngepost tentang film dan selanjutnya juga mungkin akan lebih banyak tentang film, karena di draft sudah terlalu numpuk calon2 postingan saya dan parahnya itu semua tentang film. Rasanya sudah terlalu gatal untuk cepat2 nge-post mereka semua. :p

27 comments:

  1. sampe sekarang belum lanjut lagi nonton film ini nih :malu:

    baru tau kalo lu punya blog juga, bagus lagi :)

    ReplyDelete
  2. @Hary: Pantesan masih ada di upcoming reviews terus dr dulu. :D

    Makasih udah berkunjung dan komen disini.. Review film dari seorang penonton amatiran yg ada di blog ini mah. :P

    ReplyDelete
  3. film ini lumayan bagus. tapi adegan yang latarnya perancis pada zaman dulu, saya kurang suka. jadul..

    saya sudah follow blog ini. saya tunggu ya untuk follow baliknya. :)

    ReplyDelete
  4. nah aku udah curiga dari awal ini mah gg mungkin kayaknya genre-nya comedy atau mungkin joke-nya ala paris gitu deh ya
    padahal owen wilson lumayan lucu.

    ReplyDelete
  5. @Panduan belajar blog: Filmnya memang bagus, tapi ya begitulah masalah selera, kalo gak suka, ya gak suka. :D

    Makasih, saya akan follback. :)

    @Tiara: Ya seperti itulah, sama saya juga kaya gitu. :D

    Rachel McAdams yg jadi Inez di film itu juga lucu. :D

    ReplyDelete
  6. Reviewnya udah komplit tuh, tapi karena aku emang pada dasarnya gak hobby nonton, jadinya gak tertarik juga utk nonton hehehe

    ReplyDelete
  7. Ada ya orang yg segitu obsesif sampai2 spt tokoh dalam film itu? #heran

    ReplyDelete
  8. Sounds really good! I like this post!
    Take a look at my blog, and if you like it follow me, I’ll be waiting for you!

    Don’t forget to enter the ZELEB giveaway on my blog!!
    Cosa mi metto???

    ReplyDelete
  9. pengkategorian komedi utk org barat dgn indonesia beda jauh... :D

    ReplyDelete
  10. jadi inget kumpulan puisinya sitor situmorang, paris la nuit, artiya malam hari di paris. kayaknya ini bakal jadi daftar antri

    ReplyDelete
  11. dgn latarnya perancis masa lampau pasti nih film romantis tuk di tonton dgn pasangan,, setidknya sdh di review disini , nih film,, :)

    ReplyDelete
  12. download filmnya dimana nih? penasaran

    ReplyDelete
  13. wduh nonton teruss yaa..

    ada beberapa film yang udah saya donlod, malah nganggur belum pernah saya tonton, saya kepengennya kalo nonton jangan ada yang ganggu gitu, jadi kan susah, nyari waktu yang orang lain gak bisa ganggu..

    terus menonton ya, dan reviewkan untuk kami!! hahahahha

    ReplyDelete
  14. tapi kalau isinya kebanyakan ngomongin sastra males juga,soalnya anak TI mah kagak nyambung jadinya kalau nonton ini,hehehe
    tapi latar tempat & waktu cukup romantis lah secara di Paris

    ReplyDelete
  15. review film yang lucu lucu dong, stress liat yang berat2, film romantis bagi gue berattt hahaha :P

    ReplyDelete
  16. @The Others: Kalo di dunia nyata sih saya gak tau. :D

    @Skydrugz: Yap, masalahnya itu, saya gak ngerti letak komedi film ini dimana. :D

    @Rusydi Hikmawan: Wah saya belum tau itu. :)

    @Ardhito Dharma: Silakan cara IDWS atau Torrent. :)

    @Meila Dwiyanti: Hobby soalnya. :D Waduh kalo terus2an nonton sih kapan saya kuliah sama ngerjain tugasnya. :D

    @Andy: ya sama, kagak nyambung juga sama saya. :D

    @Alid: Di post2 sebelumnya ada juga ko beberapa yg ngomongin film lucu. :)

    ReplyDelete
  17. saya gak begitu suka jalan ceritanya. tapi latar belakang Prancis jaman dulu nya saya suka.

    saya selalu bercita-cita untuk bisa hidup di lingkungan yang kental dengan suasana Eropa abad pertengahan :D

    ReplyDelete
  18. wah aku mau nonton ach....xixiix
    thx y infonya
    salam

    ReplyDelete
  19. mungkin aku cuma bisa tahan nonton film ini karena ada owen wilson, hehehe :p

    ReplyDelete
  20. aku kok bosan yah sama film komedi barat, suka vulgar gitu

    ReplyDelete
  21. @r10: tapi tenang aja, yg ini nggak ko, malahan saya gak yakin kalo ini bener2 film komedi. :D

    ReplyDelete
  22. wah belum pernah nonton... salut... referensi film kamu banyak banget
    masih nyempetin resensi lengkap lagi :D

    hahahha kalau aku cuma gk dilengkapi data2 dari orang lain... lagi pengin komentar ya komentar aja.

    jadi kita sama dong mikir cars 2 menghibur... bagus2 aja sih animasinya kalau menurutku, ciri2 filmnya pixar masih ada.. dia detail kalau masukin gerakan-gerakan atau ciri khas seorang tokoh meskipun kayaknya remeh dan cuma dilihat sambil lalu sm penonton.

    haha aku ngga lagi ngebandingin smurf dan cars2 sama 2 film horor. tapi ngebandingin smurf dan cars2 itu kayak bandingin jailangkung dan bangku kosong.

    ya jelas beda tapi yang bedanya ngga banyak.. bukan kayak jailangkung dan tiran mati diranjang (itu sih anjlok banget).kalau jailangkung bisa mencekam dengan cerita yg sederhana tp unik, properti yg kalau dilihat biasa2 aja nah kalau bangku kosong ngga terlalu padahal kalau dilihat kayak2nya sih mahalan bikin bangku kosong ketimbang jailangkung.


    ah nyambung gak ya pokoknya itu deh :D

    ReplyDelete
  23. belum nonton sih.
    tapi dari dulu saya juga setting tempat Eropa abad pertengahan.

    ReplyDelete
  24. saya gak demen film begitu bro...
    kalau pacar saya mungkin saja....
    eh emang saya punya pacar..?
    :P

    ReplyDelete
  25. @Ninda Rahadi: oia ngerti2.. :) Tapi saya udah lupa film Jailangkung itu kaya gimana, kalau bangku kosong saya belum nonton. :D

    Paling jelek dari segi ceritanya sama makna dalam ceritanya maksud saya, biasanya kan kalo film animasi Pixar itu dalam juga makna yang disampeinnya, dramanya kental deh. Kalo masalah grafis sih, jelas makin kesini Pixar makin bagus. :)

    @Kevin: tonton dong, setting eropa abad pertengahannya lumayan juga di film ini. :)

    @Zone: Tanyalah pada rumput yang bergoyang. :D

    ReplyDelete