BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Wednesday, 9 November 2011

[SPOILER ALERT] Resensi Film: “Psycho” (1960)

Marion adalah seorang karyawati suatu perusahaan, dia memiliki seorang kekasih, Sam Loomis namanya. Sam yang hanyalah seorang pekerja wiraswasta biasa harus mengeluarkan banyak uangnya untuk membayar hutang-hutang ayahnya yang sudah meninggal. Atas alasan itulah Sam tidak segera menikahi Marion.

Suatu hari Marion diberi kepercayaan untuk menyerahkan uang sebesar $40.000 ke bank. Dengan uang sebesar itu, Marion merasa itu adalah sebuah kesempatan yang sangat bagus untuk memulai hidup baru. Akhirnya dia pergi meninggalkan kota dengan membawa kabur uang $40.000 itu. Dalam perjalanan, karena lelah, Marion pun menginap di sebuah motel yang dikelola oleh seorang pria, Norman Bates, and he looks like just an innocent guy yang mengalami tekanan dominasi berlebihan dari ibunya. Tanpa diduga, Marion dibunuh oleh seseorang yang diduga ibunya si Norman Bates tersebut.

Kehilangan Marion, Sam Loomis dan Lila Crane (saudara Marion), beserta seorang detektif swasta (Det. Arbogast), meskipun dengan kepentingan yg berbeda,  kemudian mencari keberadaan Marion yang sebenarnya telah mati dibunuh tersebut.

Bla, bla, bla, cerita berlanjut, semakin tegang, dan sedikit demi sedikit misteri terkait dengan kematian Marion mulai terungkap sampai menjawab tuntas siapakah sebenarnya Norman Bates itu, dan siapakah sebenarnya ibu dari Norman Bates itu.

__________________________
Selalu dapat kesan tersendiri seusai menonton sebuah karya klasik dan masih hitam putih seperti ini. Bila dibandingkan dengan kemajuan teknis pada rangkaian proses produksi film-film yang ada zaman sekarang, apalagi produksi Holywood, pada tahun 1960-an seperti film ini, ternyata berbeda sekali. Lihat saja, gambar yang masih hitam putih, pencahayaan yang kurang baik, bahkan ada gambar yang terlalu terang bahkan juga terlalu gelap. Dialog para pemerannya masih didubbing. Juga scoring khas ala film-film horror klasik ketika bagian yang menegangkannya, ya itu dia sangat khas. Kalau pernah nonton film-film horror jadul, seperti “Friday The 13th”, mungkin akan merasa de javu dengan score adegan tegangnya, sama seperti saya ketika mendengarkan score pengisi scene menegangkan yang ada di film ini juga. Ya, selalu punya kesan tersendiri, intinya.

Kembali ke bicara film-nya, “Psycho” adalah sebuah karya seorang sutradara besar, Alfred Hitchcock. Pasti teman-teman blogger sudah banyak yang tau juga tentang Hitchcock dan banyak yang sudah nonton juga karyanya yang satu ini. Jadi saya tidak ragu-ragu untuk menspoiler abis-abisan film ini. :D

“Psycho” merupakan sebuah film bergenre horror, misteri, thriller. Dari awal cerita, penonton seakan-akan diajak untuk mengamati perjalanan Marion, tapi ternyata kisah perjalanan Marion dengan uang $40.000 hanya berakhir begitu saja, bahkan tidak sampai pertengahan cerita. Marion mati, sebagai gantinya, bersama Sam, Lila, dan Arbogast, kita diajak untuk mengamati tingkah laku si “Norman Bates” yang sangat terlihat sekali menyimpan sebuah rahasia. Ada yang tidak beres dengan motelnya dan ibunya itu. Disini letak horror, misteri, dan thriller bercampur menjadi sebuah ketegangan yang semakin menigkat intensitasnya ketika menuju akhir film. YA. Asli, benar-benar menegangkan sekaligus mengejutkan. Twist endingnya mantap! Open-mouthed smile

[SPOILER ALERT] Pada awalnya kita pasti bertanya-tanya dan mengira-ngira tentang motif pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku di cerita film ini, endingnya, kita dibuat terkaget-kaget ternyata si Norman Bates itu pembunuhnya dan parahnya dia juga adalah seorang pengidap kepribadian ganda!  Ya memang sesuai judulnya, “Psycho” menampilkan cerita tentang seseorang yang psikopat tingkat dewa sekaligus memilukan secara bersamaan. Tapi siapa yang tidak mengira bahwa Norman Bates itu pelakunya, ketika sesosok nenek2 yang diduga ibunya Bates membunuh si Marion di kamar motel. -Btw, itu adalah sebuah adegan pembunuhan seorang psikopat yang benar-benar klasik dan memilukan banget! Asli.- Kemudian, film ini ditutup dengan penjelasan dari sudut pandang keilmuan psikologi yang sekaligus menerangkan motif pembunuhan itu dengan sangat gamblang, juga tak kalah gamblangnya menerangkan tentang kenyataan bahwa si Norman Bates lah yang menyamar jadi ibunya sendiri untuk kemudian membunuh Marion, kenyataan bahwa ibunya Si Bates sudah meninggal 10 tahun lalu, dan juga kenyataan bahwa Si Bates pengidap kepribadian ganda akut, dirinya adalah setengah dari ibunya dan setengah dirinya sendiri. Saking psikopatnya, si Bates ternyata mencuri mayat ibunya yang telah dikubur, padahal dia sendiri yang membunuh ibunya itu. Kurang sakit gimana lagi coba? [SPOILER ENDS]

Film ini ditutup dengan sebuah penjelasan ilmiah yang sangat logis dan sangat gamblang sehingga bisa menjawab semua pertanyaan penonton tanpa meninggalkan tanda tanya sedikitpun tentang keseluruhan plot dan cerita film ini. Brilliant 3x! Thanks to Simon Oakland yang sudah berperan sebagai psikiater yang menampilkan penjelasan ilmiah yang apik dan logis tersebut dengan sangat meyakinkan. Salut 3x! Open-mouthed smile

Thanks untuk kejeniusan the Master of Suspense, Alfred Hitchcock yang telah berani merilis proyek ambisius seperti ini, karena katanya pada waktu itu belum ada yang berani untuk mengangkat ide cerita bergenre psychological thriller sekompleks ini. Dan berkat keberhasilan film ini secara komersil, juga menuai banyak sambutan positif dari para pengamat film kala itu, film ini mampu memberi inspirasi pada banyak sineas untuk melahirkan film-film baru bergenre sejenis. Sebut saja "American Psycho." Film "Psycho" ini menjadi inspirasi untuk film-film modern era sekarang, film yang tidak hanya mengumbar tontonan penuh ketegangan, tetapi juga berusaha untuk mengajak penontonnya berfikir, menganalisa tentang apa sebenarnya yang akan terjadi di ending film. Tentunya, pada waktu itu, hal ini menjadi sebuah pengalaman baru dalam menonton film. Tidak heran lagi jika film ini menuai banyak pujian dari berbagai kalangan kritikus film dan penonton pada umumnya. Liat saja ratingnya di IMDB dan Rottentomatoes yang tidak ragu untuk memberi rating hampir sempurna pada film ini.

Juga, thanks to Anthony Perkins yang memerankan Simon Bates, seorang psikopat berkepribadian ganda yang benar-benar parah, psikopat akut. Saking akutnya, perhatikan saja monolog yang dia tampilkan di scene penutup film ini, lengkap dengan senyum seringainya yang benar-benar horror dan memorable itu! Open-mouthed smile
Selalu menemukan kepuasan yang baru ketika menonton film ini, meski untuk yang kesekian kalinya saya nonton film ini.
Open-mouthed smile
gambar dari

39 comments:

  1. Ceritanya kelihatan seru dan juga menegangkan kawan

    ReplyDelete
  2. Dear.

    1. salam kenal dulu deh
    2. waahhh poengemar film klasik dan horor / triler yaaacchl/.... bagus sepertinya film ini... gw blm nonton soale...


    regards.
    ... Ayah Double Zee ...

    ReplyDelete
  3. wah senyumnya manis tapi mematikan..
    saya barun inget kalau pernah denger film ini..
    tapi liat sih belum :D

    ReplyDelete
  4. Jadi penasaran melihat filmnya nih sob

    ReplyDelete
  5. lagi2, resensinya provokatif negh. jdi pengen tau cak mano sih sebenarnya. :D
    tp sya juga kepikiran, si akmal nemu film bgus taon jadul dimana yaks? :)

    ReplyDelete
  6. film sejadul ini nemu dimana kak ? :O
    belum pernah nonton dan berhubung ak gg terlalu suka thriller apalagi yang dibumbui horror, meskipun penasaran sudah amat sangat puas sama resensinya :D

    eh kak ada FB gg ?

    ReplyDelete
  7. ...susah banget nyari film lama kyk ginidi toko dvd...krn jadul abis :D

    download dimana nih? :D

    ReplyDelete
  8. ah gila ini film jaman sebelum w lahir,wkwkw
    jadi pasti kagak masuk ini film sama otak w
    gan akmal review film Simian Line donk :)

    ReplyDelete
  9. Yang klasik emang jadul :D tapi kepuasannya itu loh ? beda yak :D

    ReplyDelete
  10. aku sukak film2 klasik. tapi thriller??? tidak, trimakasih banyak. walopun membaca postingan ini rasanya sangat menarik.

    ReplyDelete
  11. wow, foto profilmu itu loh makin ganteng aja... hehe... :)

    jd makin sering aja sob ngbahas film?
    ini film bnr2 klasik, aku blm lahir tuh sob..

    ReplyDelete
  12. film jadul. veritanya keren. tapi kalo jadul males ah. mendingan film canggih jalam sekarnag.

    ReplyDelete
  13. wah film jadul.
    dari reviewmu sepertinya seru.

    #maklum suka yang jadul2 :P

    ReplyDelete
  14. hoo,, filmnya jadul ya... tp, asyik emank sih...

    ReplyDelete
  15. aaarrgghh.. udah kena spoiler dari dulu2, Mal.
    pas di tipi muterin remake-nya saya gak nonton dari awal, eh pas ganti saluran pas yang itu.. you know lha :((

    jadi saya baru nonton sepotong film ini pas bagian itu

    ReplyDelete
  16. filmnya jadul banget, bakalan ngerti ga ya klo nonton film ini? hehe..
    suka mual sendiri klo nonton film2 dg genre ini. tp penasaran, tp takut, tp mual. campur2 :D

    ReplyDelete
  17. Oh, ini film lama...? Bahkan sebelum aku lahir lho. Ckckck... kok masih ada ya?
    BTW, dirimu bener2 pecinta film ya? Sampai2 film jadul gini sempat nonton juga?

    ReplyDelete
  18. Sayang saya masih belum menonton filmnya..
    Makasih mas informasinya...

    ReplyDelete
  19. Wah filmnya keren tapi dimana ya membeli dvdnya? hbs filmnya kan jadul

    ReplyDelete
  20. ini baru penonton hebat, kalo saya nggak sampai punya koleksi film jadul, walau kepengin

    ReplyDelete
  21. wah.. kok masih punya film2 jadul kyk gini bro ? dapet di mana ? klo di jual ditoko2 pasti sdh ga ada yah ??

    ReplyDelete
  22. aduh, jadi pengen nonton ini film.. di mana donlotnya ya...

    ReplyDelete
  23. Mal kok tampilan blog lo berubah? Asing gue jadinya B)

    ReplyDelete
  24. Buset. . Film tahun 60_an, masih bagus apa tuh gambarnya ?

    ReplyDelete
  25. hemmm... heemm,,,

    manggut-manggut

    ReplyDelete
  26. beuh, kayaknya ngublek-ublek lagi tukang DVD langganan buat nyari ni filem.. kayaknya dari reviewnya baguus.. jadi pengen nonotn.. malahan saya baru tahu ada ini judul film..

    thanks dah mengulasnyaa

    ReplyDelete
  27. asikeh..
    ikutan ma aul, *manggut-manggut*

    ReplyDelete
  28. eh om akmal anak BLOW UP UPI?kenal sama ka piki sama si sapi dwoooong heheh

    ReplyDelete
  29. huwaaaa, kayaknya kereeen.. saya suka film2 psycho gini.. *semoga gak ketularan psycho-nya, AAAAMIIIIIN*

    ReplyDelete
  30. Keren deeee, masih ads ga yah?

    ReplyDelete
  31. Bagi ku, film nya biasa biasa aja.
    Mungkin karna nonton nya dizaman skrg, jadi banyak bgt cerita tentang 2 kepribadian gini terinspirasi dari film psycho.
    Cuma untuk zaman dulu, pasti keren banget lah ya. Film pertama berani ngangkat genre seperti ini. Hi!
    Film ini pantes ditonton kok, ga membosankan, untuk yang ngaku pecinta mysteri movie harus nonton moyang nya dlu dong, psycho!

    ReplyDelete