BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Saturday, 24 December 2011

Resensi Film: "I Rymden Finns Inga Kanslor (Simple Simon)" [2010]

Simon adalah seorang pengidap Asperger Syndrome. Menurut Simon, kehidupan di dunia ini jauh tidak lebih baik daripada kehidupan di luar angkasa sana yang hampa tanpa emosi dan perasaan. Apabila perasaan Simon merasa terganggu, dia langsung mengurung diri di dalam sebuah tong kecil yang menurut pencitraan dia itu adalah pesawat luar angkasa. Simon sangat terobsesi dengan segala hal yang berbau luar angkasa sampai-sampai dia tidak menyukai bentuk lain selain lingkaran yang notabene merupakan bentuk dari planet-planet. Segalanya harus berbentuk lingkaran, sampai sarapan rotinya harus berbentuk lingkaran, kalau tidak, dia akan protes dan meminta untuk mengganti makanannya itu.
Simon juga sangat sangat peduli terhadap disiplin waktu. Setiap hari dia melakukan rutinitas berdasarkan waktu yang telah dirancangnya sedemikian rupa tanpa telat sedetikpun dari rencana yang telah disusunnya tersebut. Untuk melakukan rutinitas itu, Simon mempercayakan semua pada kakaknya, Sam, untuk membantunya berdisiplin waktu tiap hari. Sam adalah satu-satunya orang yang Simon percaya, sampai-sampai Simon lebih memilih meninggalkan orang tuanya untuk ikut bersama Sam yang kini telah menikah dengan Frida. Sebagai kakak yang baik, Sam tidak masalah dengan keadaan Simon yang seperti itu. 

Suatu ketika, Frida ternyata sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi dalam menghadapi keadaan Simon yang seperti itu. Akhirnya Frida lebih memilih untuk meninggalkan Sam. Kepergian Frida tentu saja membuat jadwal waktu Simon terganggu, akhirnya Simon memutuskan untuk mencari pengganti Frida dan mengenalkannya pada Sam. 
_____________________
Sebelum menonton film ini, saya tidak pernah tahu apa yang dimaksud sindrom asperger itu. Setelah menonton film ini, saya mendapat pencerahan tentang bagaimana sindrom asperger itu dan bagaimana tingkah laku seseorang yang mengidapnya. 

Simple Simon, merupakan sebuah film komedi yang unik dan sangat menarik dari sudut pandang manapun. Sindrom Asperger yang sebetulnya mengerikan tersebut ternyata bisa disulap menjadi komedi yang unik tapi tidak bermaksud untuk menghina. Sangat ringan dan sangat menghibur. 

Dalam film ini, kita dituntut untuk ikut memahami apa yang ada dalam pikiran Simon, seorang pengidap asperger. Dan rasa-rasanya, ini adalah bagian yang paling keren yang seharusnya ada dalam setiap film. Bagaimana sebuah film bisa menjelaskan pola-pola fikir yang dimiliki para pemeran hasil rekaan sang penulis yang ingin disampaikan ke hadapan para penontonnya. Kerennya lagi, film ini telah berhasil sampai taraf "membekas dan berkesan" bagi saya. Banyak sekali monolog-monolog dari Simon yang mengungkapkan tentang apa yang ada dalam pikirannya, tentang bagaimana pola fikirnya terhadap segala detail hal yang ada di sekitarnya, serta tentang perasaan serta emosinya juga.

Salah satu film bergenre komedi romantis yang benar-benar manis, penuh inspirasi, serta kelucuan pada saat bersamaan. Semua itu utuh dan dapat kita cerna dengan mudah tentang segala hal yang ada di dalamnya.

Dont miss it, super recommended! :)

11 comments:

  1. wah sinopnya keren nih mal, asperger beda sama skizofrenia ya? #jiah malah nanya2 -,-"

    ReplyDelete
  2. judulnya bahasa apa sih itu ? ini film dari mana ?

    ReplyDelete
  3. @Dewi: Beda jauh banget kk. :D

    @Reza: Emang bagus banget :)

    @Tiara: Film dari Swedia bahasanya pun pake bahasa Swedia. :)

    ReplyDelete
  4. kayaknya bukan film hoolywood ya...??
    :P

    ReplyDelete
  5. oh iya, tulisannya aja uda beda djauuhh bangedh..gahaha

    ReplyDelete
  6. oii lam kenal :D
    mungkin bisa berbagi link downloadnya skalian sob :) ?

    ReplyDelete
  7. rrr kapan aku pernah nonton film yg juga pernah kamu tonton dan kamu resensi disini yak? :O

    ReplyDelete
  8. dann... yang gokilnya tuh pengambilan gambar sama warnanya cerah.. nuhun mal...

    ReplyDelete
  9. @Zone: bukan. :D

    @Fai: iaa djauuh sanaddhh... haha

    @Galau'ers: ada banyak di torrent. :D

    @Ninda: gitu ya, selera saya harus diperbaiki kayanya. :D

    @Radi: pilihan warna cerah mah emang biasa rad di film2 genre romcom gtu mah.. tapi pengambilan gambarna mah emang unik + beda. :)

    ReplyDelete
  10. Sukaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete