BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Saturday, 24 December 2011

Resensi Film: "Sherlock Holmes: A Game of Shadows"

Kesuksesan sebuah film baik secara komersil maupun kritik biasanya akan menjadi suatu alasan yang sangat tepat bagi rumah produksi untuk membuat sekuelnya. Tapi seringnya, sekuel tidak bisa meraih kesuksesan seperti film pendahulunya, bisa jadi karena ceritanya itu-itu aja, membosankan, atau bisa juga karena pergantian pemeran utama yang dinilai lebih jelek daripada pemeran utama di sekuel pendahulunya.
Tapi untung saja, Sherlock Holmes sekuel kedua ini tidak termasuk itu. Robert Downey tetap tak tergantikan. Dan ya paling tidak lebih menghibur dan lebih kocak daripada pendahulunya. :)

Sejujurnya, saya kurang begitu suka dengan duology Sherlock Holmes ini, meskipun pada umumnya menurut saya Sherlock Holmes sekuel yang pertama itu lebih bagus daripada yang kedua ini. Kenapa? Karena kalau boleh bilang jujur, tidak ada yang terlalu fresh dari A Game of Shadows ini, gaya dan cara berkomedinya persis sama dengan sekuel pertamanya. Bahkan saking persisnya, beberapa scene ada yang dengan mudah dapat saya tebak lucu-lucuannya atau komedinya akan seperti apa, ya karena itu persis banget sama sekuel pertamanya, cuma untuk sekuel yang ini, unsur berkomedi itu lebih diintenskan lagi, berbeda dengan sekuel pertamanya yang cenderung lebih serius. Disamping itu, cara bertutur plotnya juga tidak ada yang beda dari pendahulunya.  

Ya lepas dari semua hal itu, pada umumnya, Sherlock Holmes: A Game of Shadow ini lebih menghibur dengan unsur komedi yang sangat kental dan sangat konyol sehingga mudah untuk ditertawakan semua tipe penonton. You know what I mean. :D

Recommended untuk hiburan pelepas beban tuntutan kuliah. :D
____________________________
Ada satu hal yang menurut saya heran dari adaptasi Sherlock Holmes ini. Seperti yang kita tahu, Sherlock adalah seorang detektif yang selalu lekat dengan rokok cerobongnya itu (saya tidak tahu istilah tepatnya apa. :D), tapi ketika diangkat ke film, jarang sekali ada scene yang menunjukkan Sherlock menghisap tembakau dari cerobong rokoknya itu. Sayang sekali, padahal justru itu sangat iconic dari figur seorang Sherlock. 

Coba bandingkan.

Dengan versi ini.

Jauh beda bukan? 

Satu hal lagi, karena saya sama sekali belum pernah membaca novel Sherlock Holmes, tapi karena figur Sherlock Holmes (gambar yang hitam putih) sudah sering saya lihat dari zaman dulu, saya menangkapnya bahwa Sherlock Holmes dengan jubah tebalnya itu merupakan seorang detektif yang misterius dan bawaannya cool. Jadinya saya kaget juga ketika nonton di film ternyata Sherlock itu gak seperti yang saya bayangkan tadi. Sherlock itu adalah detektif yang sangat cerdik sekaligus konyol dan jauh lebih konyol lagi disekuel keduanya ini. 

11 comments:

  1. "Recommended untuk hiburan pelepas beban tuntutan kuliah. :D"

    aseeekk...hahaha

    ReplyDelete
  2. adegan setelah main catur dan sebelum lompat ke jurang. Di situ Holmes menghisap rokok dengan cerobongnya

    ReplyDelete
  3. @Asep: ia filmnya lumayan bagus lah. :)

    @Dewi: Asseeeekk juga nih yg udah wisudaan. haha

    @Afif: Tapi kurang intens euy. Teu iconic.

    @Disman: Keren film na

    ReplyDelete
  4. namanya cerutu bukan sih ?
    jadi komedi ya :O

    ReplyDelete
  5. Kurang suka sama film keduanya, misteri yang dimunculin nggak semenarik film pertamanya

    ReplyDelete
  6. @Tiara: Kayanya bukan deh, setahu saya kalo cerutu itu rokok biasa tapi ukurannya lebih gede. :D Yoi, jadi komedi banget, si Robert Downey maen konyol banget. :D

    @Rasyidharry: Yap setuju, itu titik kelemahannya. :)

    ReplyDelete
  7. biasanya disebut rokok cangkong

    ReplyDelete
  8. TS e bodo pekok....kalo apa apa dimiripin ya ga keren lah...croot lah

    ReplyDelete