BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Friday, 20 January 2012

Film-Film Terbaik di 2011 (Versi Saya) [UPDATED]

Tahun 2011 kemarin adalah tahun yang agak kurang menyenangkan bagi saya, banyak sekali film-film asli Indonesia yang jadi hot topic karena kualitasnya yang bagus, tapi sayangnya saya lewatkan begitu saja. Sebut saja "Sang Penari" sampai "The Raid" yang sebetulnya sempat tayang di iNAFFF beberapa bulan kemarin. Film-film asal hollywood maupun yang non hollywood rilisan tahun 2011 kemarin yang dibilang bagus oleh banyak orang juga sebenarnya baru saya tonton sekarang-sekarang ini (baca: tahun ini). Bahkan beberapa judul lainnya yang dibilang bagus oleh banyak orang seperti Tin Tin, The Ides of March, Senna, sampai The Skin I Live In pun saya belum nonton. Ya maklum lah, karena saya terlalu ngejar setoran nonton film-film jadul. :D  

Ok, just share, berikut adalah list film rilisan 2011 favorit saya beserta sedikit sinopsis dan sekilas reviewnya.

Oh ya, patut diketahui juga, yang bagus menurut saya yaitu yang berkesan dan saya ingat dengan jelas sampai mengetik postingan ini. :)

A Separation
Film ini bercerita tentang kerumitan masalah yang dialami oleh sebuah keluarga yang sedang berhadapan dengan meja sidang hukum perceraian. Kerumitan makin menjadi ketika sang suami dari pasangan istri tersebut harus berhadapan dengan meja sidang hukum pidana juga. 
___________________________________
Saya berani menyimpan "A Separation" di nomor 1 ini karena dari cara penyampaiannya yang bagus dan tidak menyuruh penonton untuk memihak kesalahsatu karakter. Semua karakter dalam film ini ada dalam wilayah abu-abu, mereka tidak bisa disebut salah, tetapi kurang pantas juga disebut benar. Konflik dalam film ini disampaikan dengan sangat brillian, juga jangan lupa dengan gaya pengambilan gambar yang unik itu, hingga mampu membuat penonton mengerti dan ikut merasakan seperti apa suasana batin mereka yang sedang dilanda konflik serius itu. :)

The Help
Menyinggung tentang isu berbau sara yang berlatar di daerah Jackson, Mississippi pada era civil right (tahun 60-an). Sajian utama hitam versus putih ini berfokus pada sekelompok kulit hitam kalangan bawah yang menjadi pembantu dan baby sitter dari anak-anak mereka, para kulit putih. Adalah suatu ironi yang tragis ketika baby sitter yang merawat para kulit putih itu sejak bayi namun setelah para kulit putih itu dewasa mereka malah berlaku tindak pantas terhadap baby sitter yang telah merawatnya itu. Untungnya tidak semua orang kulit putih sekeji dan setega itu, masih ada yang berhati mulia yang kemudian menulis sebuah buku berjudul "The Help" yang berisi tentang curhatan pengalaman para pembantu/baby sitter kulit hitam. 
__________________________________________
Sarat dengan nilai-nilai perjuangan, nilai-nilai kemanusiaan, begitulah "The Help." Juga dengan naskah yang sengaja dibuat sedemikian rupa sehingga berada di jalur ramah bagi semua tipe penonton ini ternyata didukung oleh ensemble cast hampir sempurna, hasilnya menjadi sebuah tontonan yang berkualitas. 
Menyentuh setiap sisi emosi kita. :)

50/50
Angka 50/50 untuk menang/kalah bagi seorang penjudi di kasino tentu saja adalah angka yang tidak seberapa buruk. Tetapi masalahnya, Adam Lerner memiliki angka peluang 50/50 itu untuk taruhan antara hidup dan matinya. Adam Lerner divonis oleh dokter mengidap penyakit kanker. Tapi persetan dengan kanker itu, Adam Lerner memilih untuk bersikap tenang pada awalnya, tetapi seiring waktu berlalu, kekasihnya pun meninggalkan dia. Kini Adam Lerner hanya memiliki seorang sahabat sejatinya bersama kedua orang tuanya. Adam Lerner berjuang untuk menahan kepedihan hidup yang dia rasa setelah kanker berparasit ditubuhnya itu. 
____________________________________________
Naskah yang dibuat dengan matang untuk performa matang dari seorang Joseph Gordon-Levitt ini tentu saja akan menghasilkan sebuah drama penguras air mata yang ampuh. Tetapi tenang saja, film drama ini tidak terlalu cengeng, berkat Seth Rogen, film ini masih ada sentuhan-sentuhan komedi didalamnya. Akting Joseph yang sangat matang, pesan moralnya kuat, tidak berlebihan dalam mendramatisir konflik. Itulah point yang sangat saya suka dari film ini. :)

Drive
Cinta mampu merubah siapa saja, termasuk Ryan Gosling (namanya sering banget jadi obrolan tahun kemarin dan belum habis juga sampai tahun ini) yang berhasil memerankan sosok driver yang bekerja dibengkel dan sesekali menjadi stuntman dan sidejob-nya menjadi driver professional bagi para perampok. Dia kalem dan berubah menjadi sosok kejam yang menyimpan dendam besar pada seseorang yang telah membunuh suami dari wanita yang dicintainya. 
_________________________________________________
Meskipun posternya seperti itu, tapi jangan berharap akan banyak adegan action kebut-kebutan ala Fast Five. Sebaliknya, film minim dialog dan minim adegan pemicu adrenalin ini ternyata dikemas dengan balutan teknis arthouse di sana sini. 
Memilih Ryan Gosling untuk berperan sebagai The Driver dalam film ini menurut saya sangat cocok dan itu yang membuat saya jatuh cinta dengan film ini. Setelah sangat suka kepada beliau yang sangat pemarah di "Blue Valentine" itu, saya menjadi jatuh cinta dengan hadirnya beliau di film ini juga. Belum lagi serangkaian adegan yang brutal tingkat dewa dan masih teringat-ingat saja scene kepala ditembak sampai pecah dan gilanya itu super slow-mo! Sangat memorable bagi saya. :)

Tree of Life
Berisi perenungan seorang manusia tentang kehendak-kehendak tuhan dalam kehidupannya plus uraian hati yang penuh dengan penyesalan tentang apa yang dia lakukan ketika masa kecilnya. Begitulah kira-kira. :D 
_________________________________________________
Sejujurnya, terlalu sulit bagi saya untuk bisa mencerna maksud dari jalinan adegan-adegan random dan alur cerita dalam film ini. Tapi anehnya, saya tidak bosan untuk tetap memperhatikan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Terrence Malick lewat keindahan visualisasi yang diciptakannya dalam setiap scene itu. Butuh interpretasi yang kuat untuk dapat memahami maksud-maksud yang mungkin sengaja disampaikan secara tersirat oleh Malick dalam adegan per adegannya yang terlihat seperti sangat random itu. Inilah point yang membuat saya jatuh cinta terhadap film ini, bagaimana "kekonyolan" ala Malick yang tingkat dewa itu berhasil membuat pentonton terkagum-kagum dengan "konyolnya" cara dia bertutur dan menyampaikan cerita. 
Ya, adegan penciptaan bumi sampai lahirnya seorang anak manusia itu lah yang paling "konyol" dan mudah untuk tidak dilupakan bagi saya. :)

Real Steel
Baca sinopsisnya di sini saja. 
_________________________________________
Film yang bertemakan atau paling tidak didalamnya ada menceritakan hubungan antara ayah dan anak kandung merupakan favorit saya dari dulu, rasanya itu lah yang membuat film ini spesial sekaligus paling personal bagi saya. From zero to hero yang dialami oleh Charlie Kenton (Oh god, saya masih hafal saja sampai sekarang.) yang menjadi seorang ayah kandung Max membuat saya sangat suka dengan film ini. Belum lagi duet antara si senior Hugh Jackman dengan si junior Dakota Goyo yang jempolan itu mampu membuat ritme emosi saya naik turun.


Crazy, Stupid, Love
Baca sinopsisnya di sini saja. 
_____________________________________________
Romcom hollywood dan cover DVD-nya adalah alasan saya kenapa mengacuhkan film ini begitu saja ketika berkunjung ke toko DVD langganan saya beberapa bulan lalu. Tapi, setelah saya menyempatkan diri untuk menonton film ini meskipun ketinggalan, ternyata ada yang berbeda dari film ini dibandingkan dengan romcom-romcom hollywood sejenisnya yang (maaf) terlalu klise dan hanya mengumbar ketampanan dan kecantikan para pemerannya saja. Lain dari romcom yang lain, berawal dari ide cerita yang menarik, CSL juga didukung dengan keseriusan penulis naskahnya. Formula komedinya gak garing. Juga berkat ide ceritanya yang lain daripada romcom yang lain, maka jadilah film ini sebagai komedi terbaik tahun kemarin yang saya sempat tonton tahun ini. Jreng jreng jreng.
"Klise sekali!" :) (yang udah nonton pasti ngerti. :) )
Semakin membuat Ryan Gosling mendominasi tahun 2011. :D

Moneyball
Oakland A's adalah sebuah tim baseball berbudget kecil dan sangat terbatas yang gagal meraih gelar champion, hingga akhirnya ditinggalkan oleh tiga pemain andalannya secara bersamaan. Hal ini tentu saja membuat sang GM tim baseball itu, Billy Beane seperti kebakaran jenggot karena dengan budget yang sangat minim harus mencari pemain pengganti yang pantas untuk tiga pemain andalannya itu. Alih-alih merekrut pemain baru, Beane malah merekrut seorang pemuda tambun jebolan Yale yang pandai dalam menganalisis pemain berdasarkan statistik dan angka-angka. Hanya berdasarkan pada perhitungan statistik dan angka-angka, Beane dan rekannya itu kemudian membangun ulang tim baseball mereka tersebut, meskipun dengan rintangan yang tidak mudah untuk dilalui.
________________________________
Point keren dari film ini berada pada sosok seorang Brad Pitt yang berhasil memerankan tokoh kharismatik sebagai seorang GM tim baseball yang mempunyai ide-ide baru dan gila bagaimana cara membentuk sebuah tim baseball yang kuat meskipun dengan budget yang sangat minim. Point keren yang lebih kerennya lagi, film ini tidak seperti film genre sport lainnya, alih-alih mempertontonkan banyak scene-scene pertandingan baseball, film ini malah banyak berkutat di ruang sempit rapat, belum lagi dipenuhi dengan dialog dan negoisasi pertukaran pemain dengan cepat. Tapi justru itu yang membuat film ini keren, karena dialog yang ada dibawakan dengan sangat bagus oleh para pemainnya, ditambah dengan banyaknya quote-quote yang memorable didalamnya. Ya, Moneyball. :)
"Adapt or die?!" quote yang selalu saya ingat dari film ini. :)


Warrior
Apa jadinya jika kakak beradik yang sudah lama terpisah, berkat takdir yang tidak pernah disangka sebelumnya, akhirnya mereka dipertemukan kembali meskipun harus di atas sasana tinju?
_________________________________________
Ada premis yang menjanjikan, ada adegan laga yang tidak membuat penonton bosan, ada Tom Hardy dengan akting hebatnya, semua itu ada didalam balutan cerita yang sangat menyentuh sisi emosinal kita. :)
Tapi sayang, beberapa bagian yang diangkat menjadi konflik sepertinya terlupakan begitu saja bagaimana penyelesaiannya. Tapi tenang saja, film ini masih sangat layak untuk ditonton. SANGAT LAYAK. Buktikan saja sendiri. :)


Source Code
Sisa 8 menit terakhir dari ingatan dalam otak seseorang yang sudah meninggal dimanfaatkan oleh sekelompok tim -semacam- pemberantas teroris untuk menyelidiki kasus pengeboman kereta api. 
______________________________________
Kepintaran Duncan Jones untuk mengolah serangkaian adegan yang persis sama secara berurutan, itulah yang membuat saya jatuh cinta langsung terhadap film ini.  Ide yang masih bisa dibilang original, fresh, dan sangat menghibur dengan kejutan-kejutan yang ditawarkan dalam cerita film ini. I love it. :)

Submarine
Tentang  pergolakan jiwa dan persepsi tentang kehidupan yang unik ala anak usia SMA, lengkap dengan konflik keluarga, konflik percintaan, dan konflik pertemanan yang dihadapinya. 
______________________________________
Selalu ada yang berbeda dengan film-film yang ditawarkan dari Britania Raya sana. Sebut saja "Trainspotting" yang tampil blak-blakan, lugas, dan berani tetapi terlihat konyol secara bersamaan itu. Atau   "Shaun of The Dead" yang mencampur adukkan kengerian zombie dengan tingkah kocak si Simon Pegg. Termasuk "Submarine" ini. Gaya pengambilan gambar yang unik, monolog-monolog yang bermakna mendalam, tetapi disampaikan dengan bahasa yang sederhana tanpa puitisasi.  
Romcom non hollywood ini adalah satunya-satunya romcom yang sangat saya tunggu-tunggu versi DVDrip atau  BRrip tahun lalu. :D Betapa tidak, film ini menjanjikan berbagai macam keunikan hiburan di dalamnya. Terlebih saya sangat suka dengan segala hal berbau british. Kebetulan film ini juga, so british! Semakin  so british! karena ada Alex Turner (vokalis Arctic Monkeys) yang mengisi bagian soundtrackingnya dengan lagu-lagu mellow yang pas, terasa enak dimata dan merdu didengar. Begitulah "Submarine". :) 


_________________________________________
Selain dari list yang telah saya paparkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa film yang sayangnya menurut saya itu lumayan bagus tapi tidak lebih bagus dari film-film di atas. Berikut listnya. 

Rise of The Planet of The Apes
Fast Five
The Beaver
X-Men : First Class
Harry Potter and The Deathly Hallows Part II
Mission Impossible : Ghost Protocol

Masih banyak film 2011 yang belum saya tonton dan mungkin saja berpotensi lebih bagus daripada film-film di atas. Mungkin kalau sempat, saya akan mengupadate list ini. :)

14 comments:

  1. Bener-bener tahunnya Ryan Gosling sama Jessica Chastain :D

    ReplyDelete
  2. @Rasyidharry: Yap setuju, tapi tahun si Emma Stone juga kalo menurut saya mah, masuk jajaran cast di dua film bagus. :D

    ReplyDelete
  3. gue baru nonton yang harpot doang. berharap film2 yang lu sebutin itu diputer di tivi. hahhaha

    ReplyDelete
  4. Sama spt Nuel, taunya HP2 doang, bukan penikmat film sih tapi ini benar2 resensi yang bagus. Membuat sy tertarik nnton terutama yang Submarine, hehehe :D

    ReplyDelete
  5. @Nuel: harus nunggu sampe kapaan kalo kaya gitu mah.. :D

    @Rose: Makasih. :) Yang lainnya juga bagus2 kok. :)

    ReplyDelete
  6. Film, luar gue lebih suka ma film yang ada pistolnya. Setahu saya, saya adalah orang yang belum pernah ke bioskop.. Karena di kota saya sudah tidak dibuka lagi bioskopnya. Terakhir saya ke bioskop adalah waktu liburan ke ancol masuk ke ruang 4d (bioskop atau bukan). Oleh karena itu saya tidak tahu tentang film.

    Tapi review ini sangat membantu saya jika ditanya sama temen tentang film-film terbaik.. Biar lebih kelihatan gaul, hehehe

    ReplyDelete
  7. real steel paling keren tuh menurut saya. :D

    ReplyDelete
  8. jujur film paling menghipnotis w tahun lalu itu,Crazy Stupid Love soalnya ilmu'a yang ada di film itu w praktekin ke dunia nyata
    mpe belanja dll & hasilnya bener,mang cewe tuh suka dengan cowo yang penampilan keren tapi kagak alay

    ReplyDelete
  9. @Haris Widodo: gak ada bioskop, kalo mau nonton download gratisan pun jadi sebenernya. :D

    @Yus Yulianto: Real Steel memang keren. :)

    @Andy: wahaha, beneran tuh? saya mau praktekin jg, tapi gak ada bakat. Harus dibimbing langsung sama si Ryan Gosling nya kayanya. :D

    ReplyDelete
  10. 3 film pertama bikin penasaran, hanya dgn melihat gambarnya sja. begitu baca, makin mupeng pngen liat.

    btw, yg real steel (klo dak salah liat), dah diputar di HBO deh.

    ReplyDelete
  11. @Accilong: Yang dibawah-bawahnya jg gak kalah keren kok. :D Saya gak pake tv berlangganan, jadi gak ada HBO nya. :(

    ReplyDelete
  12. saya lebih suka dengan fast five bro.
    di film ini semua jagoan di setiap judul film sebelumnya sudah berkumpul menjadi satu. hehe :D

    ReplyDelete
  13. @Panduan Belajar: emang sih, menurut saya juga "Fast Five" jadi sekuel yang paling keren daripada pendahulu-pendahulunya. Lumayan lah. :)

    ReplyDelete
  14. oh celana merlin :O kasian sekali diri saya ini belum nonton satu pun film yang disebut diatas :(

    ReplyDelete