BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Wednesday, 15 August 2012

[CERPEN] HANTU

*harap dibaca pada malam hari

Jadi begini, saudara-saudara, akhir-akhir ini saya sedang dilanda gelisah yang belum saja berkesudahan. Gara-gara ada seorang wanita yang menyamar menjadi hantu rupawan. Kalau cuma rupawan saja itu sudah biasa, yang tidak biasanya, dia ini bisa bermanuver sedemikian rupa sehingga masuk tembus ke dalam otak dan hati. Yang namanya hantu, memang tidak mengenal batas ruang dan waktu, begitu pula dengan hantu yang satu ini, dia bisa ada dimana saja, kapan saja, saya pun sama sekali tidak pernah mengundangnya untuk datang ke sini. Singkatnya, ya begitu saja, dia datang tak diundang, dan yang namanya hantu, datangnya pun tidak pernah saya duga dan harafkan. 

Hantu ini kalau diibaratkan jailangkung mungkin tidak terlalu cocok ya, meski saya tidak bisa menampik bahwa ada kemiripan diantara mereka berdua, yakni sama-sama datang tidak dijemput. Perginya? Jelas beda, dia tidak ingin diantar, tapi malah di sini letak masalahnya. Dia pergi gitu saja setelah sukses menyusup ke hati dan otak saya. Oh well, mungkin dia ini hantu spesies baru yang rupawan sehingga tidak sukses untuk menakut-nakuti saya, yang ada malah saya betah bisa deket sama dia dan ogah untuk mengantarkan dia pulang dan pergi dari hati saya. 

Masalah lain, kalau cuma rupawan itu sudah biasa, dan tidak akan pernah bisa membuat saya kelimpungan seperti ini. Dia lebih dari sekedar rupawan, letak kelebihannya ada di setiap dia bersikap dan menghibur saya untuk sejenak melupakan kepahitan dan kekerasan keseharian saya akhir-akhir ini yang semakin kesini semakin terasa menekan. Dia bisa melunakkan kekerasan hidup yang terus menerpa saya akhir-akhir ini, meskipun dia hanyalah hal kecil tapi dampaknya sangat berarti, paling tidak bisa melengkung ke ataskan bibir saya yang telah capek dengan orang-orang sekitar saya dan juga dengan kegiatan keseharian saya. Dia begitu lah dia. Hantu. 

Dulu, ketika hari-hari saya masih dihantui (secara harfiah) dia, tidak pernah ada saat saya terbengong seperti ini, dia selalu saja datang mengganggu dan kemudian akhirnya melengkung keataskan bibir saya. Saya terbuai dengan semua itu. Tidak pernah ada saat saya mendengarkan Procol Harum - A Whiter Shade of Pale dan Aeromith - Crazy se-intens seperti sekarang ini. Yang seringnya, saya tersenyum ketika mendengar dia berkata, bertutur, dan tertawa ketika ada saja hal lucu yang dia nya sendiri tidak sadar bahwa yang dia lakukan itu adalah sedang melucu. Ya dia dia, seperti itu. Hantu. Hantu yang bukan cuma rupawan saja. 

Dan sekarang, mungkin dia telah memutuskan untuk pergi begitu saja selamanya. Ya tidak apa-apa lah, karena saya sendiri yang harus menginginkan dia pergi. Karena walau bagaimana pun, hubungan kita tidak akan pernah bisa untuk mencapai titik kebahagiaan. Ya jelaslah, secara dia hantu dan saya manusia. Bagaimanapun, tidak cocok dan tidak akan pernah bisa dipersatukan. Biarlah dia mencari pasangannya yang sesama hantu juga, dan saya? biarlah saya menikmati dulu Procol Harum -  A Whiter Shade of Pale yang indah ini untuk beberapa hari ke depan. Beberapa hari? Entah lah. 

And so it was that later 
As the miller told his tale 
That her face, at first just ghostly, 
Turned a whiter shade of pale