BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Wednesday, 5 September 2012

Review Hippo Shroom EB

Sebelum lebih jauh membahas impressi saya terhadap cans satu ini, sebaiknya anda tahu dulu kalau ini adalah cans yang paling mahal yang pernah saya coba, jadi impressi yang saya tulis disini berdasarkan telinga saya yang masih newbie ya. :D

FYI. harga barunya sekitar 500.000an, bagi saya yang belum bekerja, angka segitu sangat mahal tentunya. Hippo Shroom Extra Bass (EB) ini merupakan produk lanjutan dari IEM sebelumnya, Hippo Shroom,  dengan penyempurnaan atau sedikit penambahan pada sektor bassnya. Oh ya, impressi ini saya bandingkan dengan IEM superlux HD381b. Perlengkapan tesnya, saya menggunakan DAP Sansa Clip+ saja.

Paket Penjualan
Minimalis tapi tepat guna, Hippo Shroom EB ini ada di dalam box tembus pandang dan looks luxury. :D 
Didalamnya ada carrying case kecil berukir tulisan "HippoCase" berisi eartips warna-warni ukuran S, M, dan L, dan tentunya Hippo Shroom EB itu sendiri. 

Design
Dengan eartips yang terpasang, Hippo Shroom EB ini terlihat seperti jamur. Apabila eartipsnya dilepas, Hippo Shroom EB ternyata memiliki driver yang berukuran relatif sangat kecil, berbentuk silinder memanjang yang terlihat kokoh. Sambungan kabel ke drivernya dilapisi karet pelindung yang lumayan tebal sehingga tidak akan mudah putus karena terlipat-lipat apabila kita menyimpannya di saku celana. Berbeda dengan Superlux HD381b yang tidak memiliki pelindung sambungan kabel sekokoh ini, buktinya Superlux HD381b mati sebelah, sambungan kabelnya putus.

Eartipsnya sangat mudah untuk dilepas, bahkan seringkali terlepas sendiri ketika saya mengambil atau  menariknya disaku celana jeans saya. Untuk sebuah earphone tipe in ear seperti ini, agar suara yang dikeluarkannya bisa terdengar optimal, penggunaannya harus dengan cara menjejalkan driver sampai posisi yang pas ke dalam telinga, tentu ini sangat mengkhawatirkan, takutnya, eartips yang mudah terlepas itu mungkin saja suatu waktu akan terlepas dan tertinggal di dalam telinga,  karena kita mencabutnya secara tergesa-gesa. Ini banyak kasusnya loh. Berbeda dengan Superlux HD381b yang eartipsnya lumayan sulit untuk dilepas. 

Ada satu lagi kekurangannya disisi build quality-nya, Hippo Shroom EB ini tidak cocok untuk dipakai sambil jalan-jalan atau sambil makan, karena pergerakan kabelnya akan menghasilkan bunyi-bunyi yang sangat mengganggu bahkan lebih keras daripada musiknya sendiri apabila kita menggunakannya sambil jalan. Bunyi noise yang disebabkan pergerakan kabelnya itu tidak bisa lagi ditolerir. I hate this so much. Berbeda dengan Superlux HD381b dan satu IEM lain yang saya coba, sama sekali tidak ada gangguan suara seperti ini.

Hippo Shroom EB ini memiliki isolasi yang sangat baik, artinya suara dari luar bisa diminimalisir seoptimal mugkin. Terbukti ketika saya menggunakannya di tempat ramai, di bus, di angkot, mendengarkan musik dari Hippo Shroom EB masih terdengar nyaman dan suara mesin mobil relatif tidak terdengar. Exellent Noice Isolation.

Sound Quality - Low Frequency Sector (Bass)
Test: Michael Buble - Save The Last Dance for Me (mp3 320 kbps).
Meskipun ada embel-embel "extra bass," ternyata Hippo Shroom EB ini memiliki kuantitas bass yang sangat sedikit, bahkan lebih sedikit daripada Superlux HD381b. Tapi, meskipun begitu, bassnya terdengar berkualitas, bulat, tight, dan sangat sangat deep. Mungkin yang dimaksud "Extra Bass" disini hanya untuk sektor deep bass-nya saja. Sedangkan mid bassnya sangat tipis dan tidak dominan, cenderung bright dan midcentric. Wajar memang, IEM ini bukan untuk basshead. Penyuka detail dan vocal yang tidak ingin kehilangan deep bass yang berkualitas pasti akan menyukai IEM satu ini. 

Sound Quality - Mid Frequency Sector (Vocal)
Test: Scubba Feat. Keri Noble - Auld Lang Syne (mp3 VBR 196 kbps). - Vocal.
Test: Halie Loren Feat. Matt Treder - A Whiter Shade of Pale (flac 815kbps). - Piano.
Test: Emi Fujita - Longer. - Acoustic Guitar.
Sektor mid adalah sektor yang paling ditonjolkan oleh IEM ini. Bright, suara yang dihasilkan pun sangat jernih dan natural sekali. Bunyi instrumen seperti piano dan guitar, serta sound effect sisipan seperti bunyi desiran ombak terdengar sangat natural. Vokal juga terdengar sangat natural dan forward. Serasa membisik ke dalam telinga kita. Dibantu dengan detail yang luar biasa, membuat lagu-lagu audiophile dengan tingkat kualitas rekaman yang tinggi dapat dinikmati secara maksimal meggunakan cans satu ini. Semua detail terdengar dengan jelas dari cans ini. Superlux HD381b sedikit di bawah ini. 

Sound Quality - High Frequency Sector (High intonation vocal)
Test: Whitey Houston - I Will Always Love You (mp3 320 kbps.)
Test: My Heart Will Go On (mp3 192 kbps.)
Singkat saja, nada-nada tinggi bisa direproduksi dengan baik oleh cans ini, terdengar halus dan tidak menyakitkan telinga. High sama sekali tidak menusuk ataupun sibilant (bunyi  berdesis), untuk beberapa lagu mungkin ada sibilant tapi tidak begitu jelas dan masih bisa ditolerir. Bunyi cymbal jernih dan natural meskipun untuk beberapa lagu masih terdengar agak metalik (maaf kalau istilahnya salah, saya sulit menjelaskannya), tapi tetap nyaris tanpa sibilant. Intinya, frekuensi tinggi bisa direpresentasikan dengan tetap jernih dan halus. 

Sound Quality - Others (Detail, Separation, Staging, Clarity, etc.)
Test: Radiohead - Nude (mp3 320 kbps)
Test: Radiohead - National Anthem (mp3 320 kbps)
Test: Duffy - Endlessly (mp3 320 kbps)
Setelah mencoba beberapa cans lain, termasuk HD381b, detail dan clarity adalah kelebihan utama dari Hippo Shroom EB ini, desahan vokalis dan bahkan bunyi kecuprak air liur dengan lidah vokalis bisa sangat terdengar dengan jelas dan natural, gesekan jari dengan senar, dan audiophile things semacamnya bisa menambah banyak nilai plus bagi kita yang tidak ingin hanya sekedar menikmati irama musik dari sebuah lagu saja. Dibantu dengan isolasi yang bagus pula, sektor detail ini semakin menjadi sektor yang paling menonjol yang bisa ditawarkan oleh cans satu ini.

Untuk urusan clarity dan tingkat naturalitas bunyi instrumen dan vokal, Superlux HD381b masih sedikit di bawah Hippo Shroom EB. Meskipun saya tidak bisa memungkiri bahwa saya lebih menyukai naturalitas suara cymbal yang direpresentasikan oleh Superlux HD381b. Bagaimanapun naturalnya Hippo Shroom EB ini, tapi saya merasa suara cymbal dari Hippo Shroom EB ini masih terdengar agak metalik (maaf lagi kalau istilahnya salah, saya kesulitan menjelaskannya.) untuk beberapa lagu dan sangat terdengar seperti itu pada lagu "Radiohead - Just". Tapi ini hanya untuk suara cymbal saja ya. 

Untuk separasi saya rasa cukup, pemisahan antar instrumen cukup kentara. Cocok untuk menikmati lagu-lagu yang menghasilkan beragam bunyi dari banyak instrumen. Stagging juga cukup untuk sebuah IEM bertipe closed seperti ini. Vokal forward, terdengar berada di depan instrumen, kurang terasa adanya sensasi 3D. Bunyi instrumen masih terdengar di kiri, tengah, dan kanan kepala saja, beberapa lagu ada sensasi suara datang dan berbunyi dari belakang kepala. Cukup saja lah untuk stagging-nya, tidak terlalu lebar dan kurang open seperti halnya kita mendengarkan lagu dari earphone jenis earbud. Di sektor Stagging masih kalah sedikit daripada Superlux HD381b yang notabene IEM berdriver opened type. 

High dan mid-nya kurang bertenaga, tapi lebih cenderung lembut. IMO, Tidak terlalu cocok untuk mendengarkan lagu rock yang notabene membutuhkan dukungan mid bass yang cukup banyak untuk memproduksi suara  yang bertenaga dari riff-riff guitar. Tapi meskipun begitu, ada beberapa lagu Rock Aerosmith yang menurut selera saya masih terdengar mantap dari cans ini. Oh ya, "Guns and Roses - Knockin' on Heavens Door" juga terdengar sangat mantap dari Shroom EB ini. Tapi untuk lagu trance dan metal, saya belum menemukan lagu yang pas apabila ingin didengarkan dari Hippo Shroom EB ini. 

Pros
  • Detail dan clarity yang luar biasa.
  • Separasi antar instrumen yang sangat kentara. 
  • Isolasi yang sangat bagus.
  • Build quality bagus.
  • Eartips banyak dan lengkap.

Cons
  • Eartips mudah terlepas.
  • Bunyi mengganggu dari kabel yang bergerak-gerak (microphonic noice) sangat terdengar dengan jelas. Perlu menggunakan earhook.
  • Bukan tipe cans yang all rounder.
  • Boros batere, karena membutuhkan settingan volume yang hampir maksimal agar suara bisa keluar optimal.

Kesimpulan
Meskipun ada embel-embel "extra bass," tapi Hippo Shroom EB bukan ditujukan untuk para basshead yang mengharapkan kuantitas bass yang banyak dan punchy. Extra bass disini ditujukan untuk deep bass nya saja yang akan terdengar lebih bulat dan tight. IMO, IEM ini lebih berkarakter bright dengan tingkat clarity yang sangat baik dan natural. Cocok untuk mendengarkan lagu-lagu audiophile, jazz, dan acoustic. Jadi untuk para detail lovers dan vocal lovers yang tidak ingin kehilangan kualitas bass yang tinggi dan noise isolation yang baik, memilih IEM Hippo Shroom EB ini adalah keputusan yang tepat. :)

Spesifikasi Pabrik
Driver: 6 mm Dynamic Speaker
Sensitivity: 95+-4dB/mW
Impedance: 16 ohm
Freq. Response: 16dB
Noise Isolation: 16dB
Weight: 0.8 grams
Connector: 3.5mm Gold Plated

5 comments:

  1. ane bingung mau koment apa... buat nambah friend, jangan lupa mampir balik sob

    ReplyDelete