BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Saturday, 6 October 2012

Resensi Film: "Dirty Harry" [1971]

Harry Callahan (Clint Eastwood), seorang inspektur polisi, rekan-rekannya di kepolisian lebih sering memanggilnya Harry, Dirty Harry, yang diberi tugas untuk menangkap seorang maniac pelaku pembunuhan berantai, si pembunuh berantai itu menyebut dirinya "The Scorpio Killer". Entah siapapun "The Scorpio Killer" itu, yang jelas aksi pembunuhannya telah mengakibatkan walikota ketar ketir ketika diancam untuk memberikan sejumlah dollar pada si Scorpio Killer, jika tidak, daftar orang yang dibunuhnya akan semakin panjang. 

Pencarian dan usaha penangkapan pun dilakukan oleh sang Dirty Harry dengan bantuan partnernya, Chico Gonzalez (Reni Santoni), seorang pria meksiko yang sama sekali tidak mempunyai latar belakang pendidikan kepolisian.

Premisnya mungkin cenderung klise, endingnya pun akan mudah kita tebak, jika bukan karena ada nama besar Clint Eastwood di sana, mungkin saya juga tidak akan pernah menonton film ini. Dan memang benar dugaan saya, Clint Eastwood yang menjadi pusat perhatian, pesonanya tidak tersingkirkan oleh si Scorpio dan bahkan oleh lawan mainnya, Reni Santino. Sesuai judulnya juga memang, "Dirty Harry."

Noir, sebuah kata yang terlintas di pikiran saya ketika melihat rentetan scene demi scene beserta elemen-elemen khas lain di dalamnya. Mungkin memang tidak sekental aroma noir yang ditawarkan oleh "Sin City", tapi ciri khas noir lengkap dengan "dark element"nya tetap terasa di film ini. Kriminal, masalah sosial, hingga politik sampai hukum disinggung dalam film ini. Good vs evil tetap menjadi sajian utama dan bahkan batas antara good and evil pun menjadi sangat tipis disini ketika sisi kemanusiaan si Dirty Harry turut diangkat menjadi isu pada sebagian plot film ini. Manusiawi dan tidak manusiawi memang hanyalah masalah sudut pandang, begitu juga dengan baik dan buruk. 

Sama sekali tidak ada bagian yang membuat bosan dan melelahkan dari film ini. Elemen aksinya mungkin tidak bisa dikatakan banyak atau bahkan meledak-ledak. Si sutradara, sepertinya punya cara lain untuk menciptakan rasa tegang penontonnya. Ya kembali lagi memang, ini bukanlah film action, tetapi lebih kepada crime. Meskipun tidak bisa ditampik bahwa film ini mempunyai ending yang sedikit kurang greget atau antiklimaks, jujur, saya menyukai film ini lebih kepada elemen noirnya. 

Hanya satu yang membuat saya kecewa terhadap film ini, Si Scorpio itu ternyata tidak sebegitu misteriusnya bahkan sama sekali bukan seorang figur yang misterius. Sepertinya, dia bukan tokoh antagonis yang memang sengaja dibuat untuk menjadi sosok yang misterius. Tapi justru di awal cerita, malah seperti sengaja digambarkan bahwa si Scorpio itu adalah sosok penjahat yang misterius. Sutradara dan penulis naskah seperti sengaja ingin mengecoh dan menjadikan ekspektasi penonton -termasuk saya- sebagai bahan olokan. 

Lepas dari sedikit kekurangannya, film ini menjadi salah satu rekomendasi yang cocok buat anda penyuka serial James Bond atau film-film bergenre crime dengan sentuhan noir yang pas di dalamnya. Tidak lebih, tetapi cukup. Tidak terlalu WOW, tetapi bagus. Layak ditonton sebagai pengisi waktu luang anda. 

2 comments:

  1. salah satu film clint eastwood yg paling dikenang

    ReplyDelete
  2. untuk tahun 1971 film ini bukan klise malah ground breaking karena menampilkan hero yg lebih hard-edge dan membuat standard anti-hero untuk jaman sekarang

    ReplyDelete