BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Monday, 28 January 2013

Memento

Dear, Future Akmal. 

Time flies, dari SD sampai SMA, dan sekarang kuliah udah mau beranjak ke semester akhir. Heck. Meskipun terasa berlalu dengan cepat, kilas balik ke zaman SD dari tahun 1998 melesat sampai sekarang, tetap aja itu adalah waktu yang sangat panjang dan lama. Banyak kejadian penting yang udah dilakukan dan udah "terlakukan," secara sadar dan gak sadar, yang teringat dan samar-samar, bahkan sampai yang gak teringat sama sekali. Banyak. Secara fisik dan rohani pun, saya yang sekarang telah jauh berbeda dari saya yang zaman dahulu kala. Meh. Saya lupa kapan pertama kali saya menyadari bahwa telah tumbuh rambut-rambut halus di bawah hidung dan sekitar dagu saya. Ibaratnya, kalo diri saya yang waktu dulu bisa bertemu dengan diri saya yang sekarang ini, mungkin diri saya yang waktu dulu akan berkata ke diri saya yang sekarang, "udah segede gini aja kamu, kapan mulai tumbuhnya, gak bilang-bilang." *stop geje.

Memang begitulah otak manusia, cenderung memiliki skala prioritas sendiri dalam hal memilih ingatan yang ingin disimpan dan kemudian dijadikan kenangan. You know what I mean, ingatan dan kenangan mempunyai makna yang berbeda. Yang udah nonton Memento mungkin akan langsung menangkap dengan tepat apa yang saya maksud ini. 

That's something we called "memory" looks like.

Based on my ideas, ingatan memiliki jangka waktu simpan di otak relatif hanya sebentar, karena kemungkinan seseorang yang memiliki otak tersebut sama sekali tidak menganggap hal yang barusan dia alami adalah hal yang penting dalam hidupnya. Misal, kamu gak akan ingat siapa nama on line customer service yang melayani kamu 3 bulan yang lalu saat kamu mengajukan keluhan terhadap produknya yang barusan aja kamu beli dan pakai. 

Kenangan, ibaratnya tattoo yang nempel secara permanen di kulit kamu. Kamu akan sangat kesusahan untuk menghapusnya, sekuat-kuatnya usaha kamu untuk menghapusnya, tetap saja masih meninggalkan bekas tattoo di kulit kamu yang kemudian mengingatkan kamu sendiri bahwa -misal- kulit kamu yang sebelah sini dulunya bekas di tattoo. Intinya, kenangan itu adalah ingatan tentang kejadian yang sangat penting dalam hidup kamu atau paling nggak penting juga, itu bisa aja hal yang paling sering kamu lakukan di hidup kamu waktu dulu, dan masih banyak "paling-paling" semacamnya.

Well, kenangan menjadi pembentuk diri kita di waktu sekarang. Segala hal yang membuat kita seperti ini di waktu kita sekarang ini, semuanya berhubungan dengan apa yang kita lakukan di waktu-waktu sebelum waktu yang sekarang ini kita berada. Sebagiannya masih kita rekam dengan jelas, hal apa aja yang udah kita lakukan dulu ternyata menentukan diri kita sendiri di waktu kita sekarang ini. Sebagian besar lainnya, mungkin saja kita tidak ingat sama sekali, bahkan.  

Introspeksi diri, kenali diri kita yang dulu yang mungkin sama sekali berbeda dengan diri kita yang sekarang. Instropeksi diri, menggali ingatan tentang apa aja kesalahan kita di waktu dulu yang mungkin saja masih sering kita lakukan sampai sekarang. Dan jangan lupa ambil positif kita yang dulu untuk menggantikan negatif kita yang sekarang.

Itu aja sih.
_______________________________________________________________

Note:
Post ini terinspirasi dari film Memento, but ok lah, inspirasi utamanya dari sitcom How I Met Your Mother yang entah episode berapa dan season berapa, pokoknya disitu diceritaken si Marshall bikin semacam surat yang ditujukan oleh dirinya sendiri untuk dirinya sendiri di masa depan. Should be interested, kalo saya yang 5 tahun ke depan diberi kesempatan membaca postingan-ini-yang-telah-ditulis-oleh-saya-sendiri-yang-berada-di-5-tahun-sebelumnya lagi.