BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Saturday, 23 February 2013

Let's Talk About . . . "The Walking Dead"

Random Image from Google

Saya suka segala jenis film yang berbau-bau survive, literally. Ambil contoh, sebuah film di dalamnya ada beberapa tokoh, sedikit tokoh bahkan lebih baik, mereka berjuang dan bertahan hidup di atas bumi yang kondisinya udah gak "seramah" sebelumnya karena terjadi bencana hebat atau -boleh juga- karena sebagian besar manusia telah berubah jadi zombie yang saling memakan satu sama lain. Yang terakhir inilah yang paling saya sukai sebenarnya. 

Film bertema survive dan zombie-zombian seperti ini memang bukan barang baru lagi, dari dulu udah ada segerombolan zombie di film Evil Dead-nya Sam Raimi yang berhasil meneror anak-anak muda yang iseng nginep di gubuk tua di tengah hutan. Lalu yang masih lumayan segar ada Zombieland dan Shaun of The Dead, dua film ini berani tampil beda dari film zombie kebanyakan, nyisipin unsur komedi yang sangat menghibur dan gak bikin bosen, buktinya saya berulang-ulang kali udah nonton dua film ini. 

Film zombie-zombiean di atas, meskipun emang bagus, tapi menurut saya elemen "survive"-nya belum terasa gregetnya kecuali Zombieland. Dan kemudian sekarang ada The Walking Dead sebagai serial TV kabel yang ditayangkan oleh AMC TV sejak 2010 lalu berhasil memenuhi ekspektasi saya tentang bagaimana seharusnya film bertemakan survive ini dibuat.

So now, let's talking about The Walking Dead... SPOILER ALERT! 

Premisnya memang seperti film zombie kebanyakan, tapi ada sesuatu yang lebih menarik yang dimiliki oleh The Walking Dead ini. Di sini ada elemen "survive" yang begitu kentara. Sepanjang episodenya kita bisa melihat "Rick and the gang" berpindah-pindah dari satu tempat/daerah ke tempat/daerah lain, hanya untuk bertahan hidup lebih lama dan menghindar dari serbuan zombie. Tidak cukup sampai disitu, cerita dibuat lebih kompleks lagi dengan menambahkan unsur-unsur konflik moral dan psikologi masing-masing tokoh, sampai konflik antar tokoh juga.

Zombie berkeliaran secara massal. EPIC.

Contoh, pada awalnya Rick merupakan seseorang dengan karakter yang ramah dan hangat terhadap sesama survivor. Seiring situasi yang seakan tidak lagi memberi harapan kehidupan yang lebih baik, makin kesini dia semakin berubah, bahkan dia berani mengusir seseorang yang baru dikenalnya dan membiarkannya terkatung-katung di jalanan di antara ribuan zombie, bahkan Rick sampai tega membunuh seseorang apabila dia rasa bisa membahayakan anggota grupnya. Jangan lupa juga ketika si Shane lebih memilih mengorbankan orang lain untuk dijadikan umpan agar dia bisa melarikan diri dari serbuan maut segerombolan zombie. Good vs evil menjadi abu-abu di sini. 

Konflik psikologi juga banyak dialami oleh para tokoh khususnya anggota dari gang si Rick ini. Contoh, si Carol yang mengalami depresi karena anaknya yang lama menghilang kemudian ditemukan telah menjadi zombie di sebuah gudang bersama puluhan zombie lainnya. Belum lagi percobaan-percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Si Andrea karena hidupnya dan usaha survive-nya dirasa tidak lagi berarti ketika satu-satuny keluarga yang tersisa yaitu adiknya menjadi zombie. MIRIS dan sangat depresif. 

Khusus untuk konflik antar tokoh, dimulai dari season 3 ini sepertinya semakin ditonjolkan, seiring makin banyaknya tokoh-tokoh baru yang bermunculan bersama dengan kelompok survivornya. Semakin seru, ketika Si Andrea tanpa sengaja berhasil memasuki sebuah komunitas survivor yang tinggal di tempat yang lebih tertata secara layak dan jauh lebih teratur dibandingkan kelompoknya si Rick. Di tempat itu dipimpin oleh seorang pria, orang-orang di komunitasnya tersebut memanggilnya The Governor. The Governor ini bisa dibilang tokoh yang sangat unik. Dari luar dia terkesan seperti orang yang hangat, tipikal pemimpin yang baik. Tetapi sebenarnya dia tidak jauh beda dengan Si Rick yang rela mengorbankan nyawa orang lain ketika nyawa dan keamanan dari anggota komunitasnya terancam. Sifat hangatnya juga kemudian secara drastis menghilang ketika Rick and The Gang menyergap tempat The Governor untuk membebaskan anggota gangnya yang ditawan oleh The Governor.

Saya suka Make-Up para Zombie-nya, dikerjakan secara serius

Kalau kita mencerna lebih jauh lagi, The Walking Dead ini menyampaikan cerita yang sangat depresif. Bayangkan saja, sampai episode di season 3 ini sekalipun, belum ada  satupun yang mengetahui asal-usul yang jelas mengapa manusia berubah menjadi zombie seperti itu. Satu-satunya lab yang diharapkan bisa membuat obat penawar dan memberi harapan akan adanya kehidupan yang normal seperti sedia kala, malah meledak dan satu-satunya ilmuwan yang tersisa malah bunuh diri bersama labnya yang meledak itu. Semakin berkembang cerita, semakin bertambah kompleks saja masalah yang ada, seakan-akan tidak ada harapan untuk kehidupan yang normal akan muncul lagi seperti sedia kala. Poor you, Rick and the others. 

Membicarakan kekurangannya. Sejujurnya, season 1 adalah season dengan cerita yang lebih baik daripada season yang lain. Season 2 terlalu bertele-tele dan banyak karakter yang  seperti terlupakan dan sama sekali tidak berguna. Sebut saja T-Dog, dia ngapain selama season 2? Season 2 juga sepertinya terlalu disibukkan dengan mencari si Sophie. Dari total 13 episode, ada beberapa episode dari season 2 ini yang terkesan tidak berguna karena tidak memberikan perkembangan cerita yang berarti pada penontonnya. So far, Season 3 tinggal beberapa episode lagi menuju akhir season yang totalnya 16 episode, perkembangan ceritanya lebih baik dan lebih seru daripada season 2. Gak bisa disangkal, kemunculan tokoh The Governor makin membuat ramai konflik dan makin membuat kita penasaran dengan apa yang akan terjadi di episode-episode selanjutnya. Oh ya, Makin menambah konflik, Merle si pembuat onar dari Season 1 ternyata muncul lagi di season 3 ini, and btw, in the end of the 10th episode kemaren sepertinya si Merle ini bakal rujukan lagi sama si Rick alias melupakan kenangan buruk antara mereka yang telah terjadi di awal-awal season pertama dulu.

Remember "hope", huh?
FYI. Serial TV ini dikreasi oleh Frank Darabont yang jauh waktu sebelumnya telah membangkitkan semangat kita tentang arti pentingnya sebuah "harapan" melalui drama "Shawshank Redemption." Kemudian, melalui serial The Walking Dead ini, Frank Darabont kembali menegaskan apa arti sebenarnya dari "harapan" itu. Bedanya, kali ini dia menggunakan cara yang lebih depresif dan keji dengan banyak darah bermuncratan dan kepala-kepala zombie yang terbelah. Artinya, secarut-marutnya kondisi bumi yanng dipenuhi oleh zombie yang bisa saja menyerbu kita tanpa diduga, pasti akan tetap ada secercah harapan yang menjanjikan kehidupan normal kita akan kembali lagi seperti dulu kala. That's why, Rick and The Gang tetap terus berjuang bertahan hidup dengan bekal dan senjata ampuh yang terbuat dari secercah harapan itu.

Next post bakal membahas satu persatu tokoh yang saya anggap unik yang ada di serial The Walking Dead ini. 
Keep fighting!

12 comments:

  1. kalau gak salah, ini ada versi filmnya yah? Atau agak sedikit mirip dengan film yang saya pernah tonton dulu, tapi judulnya lupa.. -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin ia juga. Nebak, judulnya Dawn of The Dead bukan? Salah satu episode dari The Walking Dead ini ada yang mirip2 sama Dawn of The Dead soalnya.

      Delete
    2. IYa, itu dia.... Akhirnya ingat juga... Thank's udah diingetin

      Hehehe

      Delete
  2. kalo kayak gini, manusia nggak bakalan mikirin orang lain dan menyelamatkan diri sendiri itu nomor satu. jarang ada orang yang mau berkorban untuk orang lain

    btw, make up nya keren ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, gak nyangka juga kalo before sama after make up bisa jadi jauh beda banget.

      Delete
  3. Wah, zombie lagi naek pamor nih. Baru tayang juga film zombie judulnya Warm Bodies :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warm Bodies kayanya keren, saya belum nonton. :)

      The Walking Dead udah lama kok, dari 2010. :)

      Delete
  4. Hahaha.. saya paling nggak demen film zombie kecuali silent hill sama resident evil (biarpun agak kurang bagus yg terakhir).. lebih demen film trailer yg bikin mikir hhe...

    ReplyDelete
  5. wah suka nie film genre begini. pengen nonton tapi baca spoilernya jadi kenyang, hahhaha

    ReplyDelete
  6. kadang, saya malah ingin menjadi orang yang survival.. aaiiiih sepertinya akan menegangkan! :D

    ReplyDelete
  7. sekarang kita tunggu nih season 4 TWD. Kayaknya bakalan tayang awal oktober nanti. -_- masih lama... Saya jadi tambah penasaran sama daryl.

    ReplyDelete