BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Sunday, 5 May 2013

Mindset: Membuat "Kebenaran" Tidak Lagi Abu-Abu

Beberapa tindakan yang kita lakukan untuk menyikapi suatu hal mungkin akan membuka mata semua orang tentang seperti apa kita sebenarnya. Diri kita yang terjebak dalam suatu masalah juga ternyata bisa membuat palu keputusan seseorang yang bahkan hanya berdiri di luar bisa terketuk begitu saja, nilai dan vonis untuk kita pun jatuh begitu saja. Layaknya terdakwa yang sudah tidak lagi memiliki hak untuk melawan, membela, dan bahkan berbicara.

"Kebenaran" itu (masih) abu-abu


Melihat ini, "kebenaran" itu ternyata masih abu-abu saja sampai saat ini. Masing-masing punya alasan untuk menilai itu benar atau menilai itu salah. Dan "kesalahan" juga belum tentu benar, karena "kebenaran"-nya pun masih saja abu-abu sampai sekarang.

Orang dari luar tentu saja hanya bisa melihat dengan pandangan samar tentang diri kita sebenarnya kenapa melakukan tindakan seperti itu atau kenapa kita bersikap seperti itu. Orang dari luar, bagaimanapun memiliki pandangan tajam, tetap saja tidak akan mengerti dalam hati kita.

Hati punya maksud, hati juga punya keinginan yang tidak selamanya bisa dituruti jika terbentur dengan realita yang ada. Yang tersisa kemudian tinggal otak yang membuat logika kita berfikir untuk mencari solusi yang relatif paling benar untuk memecahkan masalah kita. Meskipun itu harus mengorbankan diri kita dengan miss-perception dari orang lain yang lagi-lagi hanya melihat kita dari luarnya saja.

Seperti dua sisi mata uang-nya Si Harvey Dent


Hati dan otak juga seperti sisi mata uang-nya Si Harvey Dent. Keinginan hati di sisi lain kadang bisa membuat kita khilaf, di sisi lainnya lagi justru ada otak yang malah berbicara lain. Kasus seperti ini, keinginan hati bisa saja membawa kita pada keburukan tapi untungnya ada otak yang masih mengontrol semua itu, mengingatkan kita pada realita yang ada. Otak pun akan bekerja keras untuk menafsirkannya menjadi tindakan/sikap kita yang lagi-lagi bisa saja membuat miss-perception orang-orang dari luar.

Tertawalah mereka, meskipun sebenarnya mereka tertawa untuk suatu hal yang kosong. Menilai buruklah mereka meskipun bahkan mereka sama sekali tidak tahu apa itu sebenarnya. Beginilah dunia, terlalu banyak orang yang ikut campur seenaknya, terlalu banyak orang yang asal menilai begitu saja.

Kacaunya, lagi-lagi kita membiarkan otak kita tidak mengontrol keinginan dan kekhilafan hati sesaat kita.

Sebagian orang tidak pandai berbicara


Miss-perception orang luar sering menimpa bagi mereka yang tidak pandai berbicara mengutarakan maksud pikirannya. Lebih memilih diam, kemudian bertindak, mungkin akan menjadi solusi yang relatif paling benar apabila tidak ada orang yang ikut campur seenaknya. Miss-perception akan makin parah ketika ada orang yang ikut campur seenaknya begitu saja.

Diam dan biarkan otak kita bekerja keras untuk menentukan tindakan kita agar tidak salah cara.

"Kebenaran" yang memang benar adanya


Pada akhirnya kita ingin semua orang nyaman, entah itu orang luar, orang yang ikut campur, orang yang berhubungan dengan kehilafan hati, orang yang ada di realita, dan termasuk diri kita juga. Problem is out of sight, out of mind, dengan beberapa tindakan yang kita lakukan, usaha yang kita lakukan untuk menebus kesalahan karena kehilafan hati yang kita lakukan sesaat.

Apapun miss-perception-nya, tujuan kita adalah membuat semua orang nyaman, itu adalah "kebenaran" yang memang benar adanya. "Kebenaran" pun sudah tidak lagi abu-abu ketika tindakan yang kita lakukan hanyalah untuk menuju hal itu. Tinggal orang-orang yang harus melihatnya lagi lebih dalam.

Look at us closer, then you've got a reason to make your judgement better.
Lihatlah lebih dekat
Ya seperti judul lagu Sherina saja.

note: Don't forget to co-past this whole post. If you understand. 
note: this post written not on the purpose to make you over-thinking, but this is the best way I chose on the purpose to make you understand me better.

4 comments:

  1. si agan kayaknya pengalaman banget ni dalam hal hal yang seperti ini.. pertamax gan

    ReplyDelete
  2. Just stay cool to face the people. Hope the bed occurrence make everything much much better henceforth.

    ReplyDelete
  3. kebenaran itu mengikuti kata hati, hati yang bersih merupakan sebaik-baiknya kebenaran

    ReplyDelete
  4. mkasih banyak sob buat informasinya moga bermanfaat buat kita semua ....

    ReplyDelete