BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Wednesday, 17 July 2013

Life is Full of Interruption

Saya sering berfikir ketika kita harus menentukan prioritas pada satu hal, padahal satu hal yang harus kita prioritaskan tersebut berada diantara sekian banyak hal yang kita dituntut untuk harus segera menyelesaikannya sebelum terlambat..

Tentang kewajiban, sebut saja sekolah, kuliah, terus mengejar gelar sarjana dan berakhir menjadi pekerja untuk menghasilkan uang bagi keluarga. Beberapa orang mungkin akan mampu melaksanakannya tanpa ada interupsi dari hal-hal yang lain yang bisa saja mengganggu kemulusan langkahnya.

Beberapa yang lainnya lagi, dengan berbekal alasan "mumpung masih hidup", banyak sekali hal yang ingin dia lakukan dan capai di dunia ini, entah itu impian ataupun hobi yang menjalar menjadi ambisi. Tidak jarang, malah ambisi dan keinginan dia itu sesungguhnya bertentangan dengan kewajiban yang sedang dia jalani sekarang. Fokusnya terhadap kewajiban malah menjadi buyar dan beralih fokus pada suatu hal lain yang menjadi keinginannya untuk terus dia lakukan sampai menuju titik kepuasan. 

Life is full of interruption and complication

Saya pernah baca satu artikel di medium.com tapi entah arsip yang kapan. Isinya menceritakan tentang pengalaman penulis setelah lulus dari perkuliahannya dan mulai mencari kerja. Intinya dia ingin menyampaikan bahwa: 

memang benar kalau perkuliahan mengajarkan begitu banyak dasar-dasar keilmuan yang akan berguna untuk kita bekerja nanti. Tetapi masalahnya, mereka (perkuliahan) tidak pernah benar-benar memberikan kita lapangan pekerjaan. 

Sebagai mahasiswa dan manusia merdeka, kita dituntut untuk keluar, out of the box untuk mencari hal-hal baru yang menjadi suplemen segala ilmu yang telah kita dapat di ruang perkuliahan kemudian bekerja dengan layak selayak-layaknya sebagai seorang penyandang gelar sarjana. 

Berfikir positif terhadap hal apapun yang datang menginterupsi hidup kita, jadikan semua hal yang datang menginterupsi hidup kita itu adalah sebuah hal yang positif. Produktif dan berkembang. 

Banyak hal yang tidak kita dapatkan dibangku kuliah. Banyak hal yang tidak diceritakan oleh dosen di ruang kuliah. Dan sesungguhnya beralih prioritas dan malah memprioritaskan hal-hal lain, bisa jadi wajar saja, toh dalam rangka mengusir kebosanan sekalian menambah ilmu baru. Asal ingat, alihkan lagi prioritas pada kewajiban kita tepat pada waktunya. Karena memprioritaskan suatu hal juga bukan berarti kita mengacuhkan hal lain, apalagi hal lain itu telah menjadi kewajiban kita sebelumnya. :)

Sebuah catatan sebagai pengingat saya yang suatu saat nanti mungkin saja akan terlalu terlena menggeluti segala hal yang menjadi life's interruption-nya.

3 comments:

  1. Dunia di luar kuliah begitu dinamis penuh warna-warni dan renik kehidupan. Disinilah batu ujian mulai menghadang mahasiswa yang baru lulus. Luaskan wawasan, cermat, kritis, terbuka, konsisten, dan bijak dalam menghadapi suatu masalah. Dalam hal ini tentu mereka terus 'belajar' baik kepada para seniornya, birokrat, profesional, dan 'teman curhat' yang mempunyai wawasan luas dan dalam melihat kehidupan ini. Salam cemerlang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. YES! Maka dari itu, sebelum lulus dan wisuda bergelar sarjana ke sana ke mari lah, cari pengetahuan baru. :)

      Delete