BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Thursday, 1 August 2013

Design Web yang "Diam-Diam tapi Menghanyutkan"

Setelah sempat berhenti pas awal-awal kuliah dulu, sekarang saya mulai sering-seringnya lagi ngulik tampilan website, dan blog ini adalah salah satu korbannya. Tapi ada juga blog temen saya yang saya isengin tampilannya, seperti indoartedu.com, jurnalpribados.com, sama itajuita3.blogspot.com.

Sebenarnya, awal mulai serius belajar lagi front end development ini gegara saya diamanahi tugas untuk mengerjakan website ini. Oh ya, website ini berbasis Wordpress yang masih sangat standard, jadi yang saya develop cuma sebatas front end-nya saja alias standard Wordpress theme-nya saja. Proyek itu membuat saya belajar banyak tool-tool untuk website development, bahasa pemrogramannya juga, sampai tentang bagaimana seharusnya design web dibuat.

By the way, tentang design website. Saya sering browsing design-design untuk menambah inspirasi proyek-proyek front end development saya kedepannya. Kemudian saya tahu bahwa di dunia design web, sekarang sedang musimnya flat design dan responsive web design

Flat design itu terlihat simple, minimalist dengan warna-warna yang solid. Kelihatannya kalem, tapi di balik kalemnya itu, dia sering kali ditanami teknik CSS dan jQuery dengan code yang rumit dan panjang. Idenya simpel tapi punya nilai kreatifitas yang tinggi. Menurut saya, design web yang semacam itu adalah design web yang "diam-diam tapi menghanyutkan," simpel tapi rumit.

Contohnya bisa dilihat di http://codepen.io/awesomephant/pen/mAxHz. Membuat efek long shadow seperti itu saja butuh code CSS3 yang rumit dan panjang.

Keliatannya sih simple

Kalau masalah responsive design, itu juga bisa jadi lebih rumit dan kompleks lagi kalau ingin diterapkan secara presisi dan mencapai pixel perfection. Tidak jarang, developer menggunakan nilai dalam persen dengan banyak angka dibelakang koma hanya untuk mendesign sebuah website yang responsive dengan tingkat kepresisian pixel yang nyaris sempurna.

Duh

But whatever. Ada yang bilang bahwa code is a poetry. Seperti bait puisi yang tersusun untuk menghasilkan karya seni yang indah. Walaupun prosesnya rumit tapi demi menghasilkan sesuatu yang indah? Ya, apa boleh buat.

Contoh lain dari design yang "diam-diam menghanyutkan" seperti itu tentu saja masih banyak. Saya pun sekarang sedang berusaha untuk menerapkannya di blog ini dan mungkin juga akan saya terapkan di proyek design lain yang akan datang. Amin. 

2 comments: