BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Thursday, 26 December 2013

Resensi Film: "The World's End" (2013)

Bagi yang belum tahu apa-apa tentang film ini, pada awalnya pasti akan menyangka bahwa film ini hanyalah sebuah film komedi biasa yang mengangkat tema tentang 5 orang sahabat lama yang telah sekian tahun berpisah kemudian reuni untuk menuntaskan apa yang belum pernah mereka tuntaskan ketika zaman SMA: Nge-beer keliling ke 12 pub di sepanjang jalur yang diberi nama The Golden Mile tanpa ada satupun yang terlewat. Cuma itu.

TETAPI, saya jamin, ekspektasi menjadi lebih ketika kita melihat ada nama Edgar Wright sebagai sutradara dan duo The British Comedians, Simon Pegg dan Nick Frost (di jajaran casts) yang telah sukses membuat kita menertawai beberapa film mereka sebelumnya. Diantaranya, Hot Fuzz, Shaun of The Dead, dan Paul. Dibalik komedi renyah yang terjalin melalui dialog-dialog yang ada dalam setiap filmnya, mereka juga mengangkat tema sci-fi secara bersamaan yang dirasa sangat absurd, bodoh, dan tidak masuk akal ketika kondisi yang mereka buat di beberapa film tersebut seperti sengaja tidak dibuat untuk mendukung terciptanya suasana sci-fi seperti yang biasa kita lihat pada film-film "sci-fi biasa" kebanyakan. Ngerti gak sih maksudnya? LOL.

TETAPI. Di situ lah letak kekaguman saya berada. Elemen sci-fi yang datang tidak terduga itu mampu menjadi twist tersendiri. Ya. Ciri khas mereka ada di bagian ini. IMHO. Dan oh ya, film ini merupakan pelengkap trilogi untuk dua film mereka sebelumnya, Shaun of The Dead dan Hot Fuzz. 

Gambar dari sini

Fokus ke The World's End. Kalau mau jujur, tidak ada yang begitu segar dari film ini, Simmon Pegg yang berperan sebagai Gary King tetap menjadi karakter yang paling menonjol diantara yang lainnya. Gary King, dari namanya juga semakin menjelaskan bahwa dia adalah karakter yang menjadi "raja" di semua film yang ada dalam trilogi ini. 

Di bagian ceritanya juga, ide "manusia-manusia aneh" yang -sort of- diam-diam telah dicuci otak, kota yang dari luar terlihat biasa saja tapi sebenarnya menyimpan rahasia berupa konspirasi besar, semua itu telah kita tonton dengan jelas di Hot Fuzz dan Shaun of The Dead. Cuma The World's End mengganti Zombie yang telah ada di Shaun of The Dead dengan para robot, sedangkan kelompok orang-orang freaky yang ada di Hot Fuzz diganti dengan -sort of- alien yang berupa bohlam besar bercahaya biru. Cuma, unsur komedinya lebih dikurangi kalau di The World's End ini. 

Gambar dari: http://static.guim.co.uk/

Bagusnya, film ini tampil dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dari dua film sebelumnya. Cakupan temanya lebih luas kalau kita mau memperhatikan lebih seksama. Lebih absurd. Lebih gila. Lebih banyak mempunyai pesan moral yang disampaikan, seperti kedewasaan, persahabatan, dan cita-cita. Juga lebih membuka pikiran para penonton tentang arti dari "tujuan hidup itu untuk apa", -yeah, sort of lagi-lagi-

The best part. Film ini menyinggung tingkah laku manusia-manusia zaman sekarang yang hidup dengan segala kecanggihan teknologinya. Yea, meskipun tidak begitu eksplisit.  

***
Gambar dari: http://cdn3-www.craveonline.com/
"The World is out of order now. LOL"

Saya tidak ingin menulis semuanya disini. Karena, semakin kamu tidak tahu apa-apa tentang cerita dalam film ini, semakin kamu akan menikmati aliran plot cerita dalam film ini. Tetapi jangan haraf akan lebih lucu dari dua film sebelumnya. Itu saja. 

4 comments:

  1. Aku kira, dari judulnya, ini film perang. Menceritakan soal perang dunia. :D

    ReplyDelete
  2. pro banget cara bahasnya, keliatan maniak film, hehe

    ReplyDelete
  3. wets... bagi filmnya lagi mall :3

    ReplyDelete
  4. film ini tampil dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dari dua film sebelumnya.

    ReplyDelete