BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Wednesday, 9 April 2014

Tentang Film dan Mood

Menonton film bukan hanya sekedar kegiatan refreshing bagi saya. Menonton film adalah lebih dari itu.

Ada banyak tujuan yang ingin saya capai ketika sebuah judul film saya putar dan saksikan. Ketika saya ingin bernostalgia saya menonton High Fidelity atau Stand By Me. Ketika saya ingin merasa hangat dan nyaman, saya menonton Forrest Gump atau Big Fish. Ketika saya sedang butuh sesuatu hal untuk membangkitkan semangat, The Social Network yang saya tonton. Dan ketika saya ingin (butuh) tertawa, saya menonton Borat: Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan atau bahkan A Clockwork Orange.

Memang, semua unsur yang ada dalam film tersebut hanya sebatas rekayasa. Mulai dari karakter, cerita, sampai lokasi, semuanya rekayasa. Tapi berbekal hal yang direkayasa itu, film bisa memanipulasi mood penontonnya. Bahkan sebagian orang dibuat menangis ketika menyaksikan film A Walk to Remember. Yang menangis itu, tentu saja tahu bahwa itu hanyalah rekayasa belaka. Atau dibuat ketakutan sampai-sampai tidak berani pergi ke toilet sendiri, gara-gara nonton film Insidous. Itu cuma film padahal.

Tapi begitu lah film.

Seperti menyaksikan potret kehidupan diri sendiri dalam sebuah layar. Beberapa cerita dan adegan dalam film yang kadang seperti terhubung dengan kisah kehidupan kita, seperti proyeksi dari kehidupan kita. Makanya ada beberapa judul film juga yang terasa sangat personal bagi kita. Dan memberi dampak pada mood kita yang sedang menonton film tersebut.

Saya suka menonton film, dan sekarang saya ingin menonton film High Fidelity dulu.

8 comments:

  1. film yg membuat saya ketakutan dan nggak berani ke toilet tuh Pocong 2. Hahaha. kayaknya semua film di bioskop hajar aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo yg bikin nangis tersedu2 ada gak? :D

      Delete
  2. Iya saya paling cepat mengeluarkan air mata untuk hal-hal yang mengharukan, ha sedih dan bahagia yang mengharu biru, air mata saya pasti langsung turun, haha, padahal tau kalo itu hanya film. Salam

    ReplyDelete
  3. Kalo saya lebih cederung ke 2 dimensi seperti anime menurut saya lebih mengena. Udah coba nonton anime movie yang judulnya 5 centimeter per second?
    Coba deh nonton, Pasti nyesek :))

    Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga.

      Udah dong, film itu nyesek banget dan masih dapet aja nyeseknya walau udah ditonton berulang-ulang juga. :D

      Delete
  4. Pernah gak terperangkap dalam cerita di sebuah film, ngarepin jadi salah satu aktor dalam cerita film itu dan berharap terjadi secara nyata?, pernah juga gak ngerasa didokrin dan diracuni sama ide-ide yang muncul dr sebuah film? parahnya lagi, kita gak sadar akan hal itu. (curhat doang si)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo merasa kedoktrin pernah, tapi kalo sampe terperangkap jadi karakter di filmnya ya gak pernah lah. ehehe

      Delete