BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Wednesday, 21 May 2014

Resensi Film: "The Amazing Spider-Man 2" [2014]

Telat banget sih, tapi gak apa.

Setelah The Amazing Spier-Man release 2013 kemarin, sebenarnya saya tidak begitu bersemangat menunggu sequel selanjutnya. Kenapa tidak, 3 film Spiderman yakni Spiderman, Spiderman 2, dan Spiderman 3 itu terlalu bagus dan personal bagi saya. Kalau The Amazing Spider-Man itu kok saya melihatnya seperti parodi dari Spiderman versi Sam Raimi. Konyol dan bodoh.

Kini The Amazing Spider-Man 2 sudah release. Gak nyangka, lumayan booming juga. Banyak orang yang bilang bagus juga. Saya pun akhirnya pergi ke bioskop, menyaksikan film ini dengan berbekal ekspektasi rendah. Dan hasilnya, WOW.

Meskipun masih ada beberapa adegan konyol dan bodohnya, seperti adegan ketika Spiderman lagi beraksi kok bisa masih sempet-sempetnya ngangkat telpon. Ok, well, mungkin saja itu usaha agar se-superhero apapun Spiderman tapi kesan manusiawinya masih bisa terlihat. But please, it doesn't mean he needs to be looked silly. Well it's funny but silly. 

Anyway, let me forget that guilty silly thing. Setelah saya nonton sequelnya ini, saya melihat banyak kemajuan baik dari segi akting dan jalan ceritanya. Andrew Garfield terlihat lebih "menyenangkan" sekarang, sepertinya dia telah menemukan polanya sendiri bagaimana memerankan Spider-Man. Emma Stone juga, sekarang jauh terlihat lebih cocok ketika berdiri berdampingan dengan Andrew Garfield sebagai sepasang kekasih. Which means, they have more chemistry now. Adegan chit chat nya terlihat asyik dan membuat kita tersenyum-senyum sendiri ketika melihatnya. Tapi entah kenapa, kok saya tidak suka ya melihat muka Emma Stone di close up camera di film ini. LOL

Mengenai ceritanya, terus terang, ini paket paling lengkap jika harus dibandingkan dengan film-film Spiderman sebelumnya. Unsur komedinya ada, actions-nya pasti, dan drama-nya juga ada. Dan yang terakhir itu yang paling kuat diantara unsur-unsur lainnya.

Sequel ini memiliki jalan cerita yang sangat tidak bisa disangka-sangka endingnya akan seperti apa. Menyedihkan dan sangat menyedihkan lagi ketika nanti sesuatu yang sangat memukul hati dan perasaan superhero kita ini ternyata harus terjadi.

Yup, ini bagus, seminimalnya, ini bukan semacam film yang ditonton sekali duduk kemudian dilupakan begitu saja ketika film usai dan kita pun keluar dari bioskop. Maksudnya, film ini meninggalkan beberapa efek pada perasaan penontonnya. Membuat sedih.

Akhirnya, dengan beberapa peningkatan dan retouch di sana sini, The Amazing Spider-Man 2 menjadi suguhan film action superhero dengan paket entertainment yang lumayan lengkap. Saya pun akhirnya tidak bisa memungkiri bahwa Marc Webb (sutradara) dan Andrew Garfield kini telah berhasil membawa Spiderman menjadi lebih berbeda, lebih menyenangkan, lebih realistis, dan lebih manusiawi. Good job and good luck for the next sequel.

This post has No comments so far:

Post a Comment