BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Tuesday, 1 July 2014

Resensi Film: "Paprika" (2006)

Saya yakin, kebanyakan orang pasti telah menonton Inception sebelum nonton film ini. Dan saya yakin, penonton film Paprika ini pasti akan melihat ada beberapa kemiripan dengan Inception. Yup, Paprika pondasi ceritanya sama dengan Inception, yaitu: memanipulasi alam mimpi.

Di Paprika dan begitu pula di Inception, digunakan suatu alat untuk memanipulasi alam mimpi seseorang yang sedang tidur. Di Paprika, alat itu disebut Mini DC.

Mini DC gunanya untuk memantau, memasuki, dan mengendalikan alam mimpi seseorang. Mini DC ini dikembangkan dengan tujuan untuk keperluan pengobatan, semacam psychotherapy gitu lah. Tetapi pada perkembangannya, Mini DC ternyata dicuri oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab dan kemudian menyalahgunakan alat itu. Dari sinilah cerita mulai bergulir. Mini DC yang katanya terlalu sempurna itu ternyata bisa mencampuradukkan dunia mimpi dengan realitas. Dengan Mini DC, alam mimpi bisa dibawa ke dimensi realita sehingga realita menjadi kacau balau gara-gara itu. Chiba Atsuko, selaku ketua R&D Mini DC pun dibuat sibuk keluar masuk alam mimpi untuk mencari tahu dan mengejar pencuri Mini DC yang gara-gara ulahnya itu banyak orang telah menjadi korban.

***

Kalau membaca resensi ini, sepertinya ceritanya biasa saja, dalam artian mudah dicerna. Tapi, saya tekankan kembali bahwa yang ditampilkan Paprika ini adalah gambaran alam mimpi dengan segala keajaibannya yang liar dan tanpa batas. Penceritaannya pun memiliki kompleksitas yang tinggi, dengan alur yang loncat secara liar kesana kemari. Semakin liar lagi ketika kita harus menyaksikan adegan-adegan ketika bercampuraduknya alam mimpi dengan dunia nyata. Mungkin akan sangat membingungkan bagi sebagian penonton, tapi justru itulah daya tarik Paprika ini memang terletak pada point ini.

Ketika berbicara tentang alam mimpi, di dalamnya terdapat berbagai hal yang berada di luar logika, liar, imajinatif, dan impossible to be happened in our real life. Jadi jangan heran jika banyak sekali adegan yang sangat tidak masuk akal dalam film ini. Seperti parade boneka yang hidup dan bisa berjalan, manusia yang bertentakel seperti gurita, kodok yang main terompet, dan masih banyak lagi adegan absurd lainnya. Dan jangan heran juga, seperti Inception, rangkaian adegan film ini pun seperti tidak beraturan, bergulir kesana kemari, seperti kita sedang mengarungi alam mimpi saja.

Terlebih ini merupakan film animasi yang semakin memudahkan bagi sineasnya untuk membuat berbagai adegan yang super duper absurd memuntahkan semua imajinasi liar dari otak si pembuat ceritanya.

Between Fiction and Reality.

Seperti Sci-fi kebanyakan, film ini sebenarnya mengangkat tema tentang obsesi manusia yang ingin mewujudkan sesuatu yang seperti terlalu impossible untuk diwujudkan atau too good to be true, well I mean too perfect to be true. Dalam film ini, manusia ingin kebahagiaan yang hanya bisa dirasakan di alam mimpinya itu dibawa dan diwujudkan di dalam kehidupan nyata. Serakah memang, tapi begitu lah manusia. Sehingga dengan segala cara, ketika suatu kondisi yang terlalu dipaksakan untuk diwujudkan itu kemudian berhasil diwujudkan, akhirnya malah menyimpang dan berakibat buruk bagi diri mereka sendiri. Mini DC juga seperti itu.

Mungkin, itu pesan yang bisa saya ambil setelah menonton film.

Anyway, Paprika adalah salah satu anime yang sangat bagus untuk ditonton, didiskusikan, dan dijadikan bahan renungan.

1 comment:

  1. wah, saya jadi pengen nonton nih film. walau lama, tapi kayaknya menarik

    ReplyDelete