BLOG.MAKMALF

Words are breathing

Tuesday, 19 April 2016

Bermimpi dalam Kenyataan

PART I


Mimpi itu bunga tidur. Tapi yang namanya bunga tidak selamanya berkorelasi dengan keindahan, karena ada beberapa jenis bunga yang digunakan untuk mewakili kesedihan seseorang. Dan kesedihan, tentu saja bukan suatu bentuk korelasi dengan keindahan.

Beberapa orang memilih untuk memilih beberapa mimpinya untuk disimpan dalam kehidupannya. Tentu saja itu mimpi-mimpi indahnya. BUKAN mimpi-mimpi buruknya.

Masalahnya, adalah hal yang mustahil ketika seseorang bisa menemui mimpi indahnya dalam kehidupan nyatanya. Konsep keindahan yang ditawarkan oleh dunia mimpi adalah sangat ideal. Dan kehidupan tidak akan pernah seideal itu.

Selalu saja optimisme seseorang untuk bisa menggapai mimpi-mimpi indahnya ternyata didikte oleh realitas dan keberuntungannya.

Yap, seseorang pernah bilang ke saya bahwa:
Hasil tidak akan pernah menghianati usaha keras.
Terdengar sangat indah dan membuai, sehingga seperti candu yang melenakan kita untuk terus tetap berusaha keras, meskipun lagi-lagi si nasib sial ternyata sudah menunggu kita di depan.

Seperti ketika anak-anak kecil dicekoki cerita-cerita indah pengantar tidur oleh orang tuanya, tetapi beberapa jam kemudian tiba-tiba mereka terbangun terkagetkan oleh mimpi buruknya.

PART II


Karena sebagian orang ternyata bernasib sial. Semua harapannya telah didikte terlebih dahulu oleh kesialannya. Maka akan datang suatu saat ketika:
Usaha keras ternyata dikhianati oleh si nasib sial. 
Dan itu terjadi terus menerus. Tetapi kita jangan menyerah. Karena seperti orang-orang yang beruntung bilang bahwa:
Kita harus tetap bersyukur karena masih banyak orang-orang yang lebih bernasib sial daripada kita.
Masalahnya. Si penanggung nasib sial itu ternyata sudah terlanjur lama menaruh mimpi-mimpi indahnya dalam kehidupan. Sehingga lupa bahwa masih banyak orang-orang yang lebih bernasib sial, saking sialnya, mereka hanya bisa menemui keindahan-keindahan dalam mimpinya saja, kemudian terbangun dan sadar bahwa semalam dan malam-malam sebelumnya dia tidak tidur diatas ranjang empuk seperti dalam mimpinya.